
Repelita Jakarta – Kasus keracunan massal siswa di berbagai daerah akibat konsumsi menu Makan Bergizi Gratis terus mendapat sorotan tajam dari berbagai pihak.
Jumlah korban yang terus bertambah setiap hari membuat kekhawatiran publik semakin meningkat.
Sejumlah kalangan mendesak pemerintah untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program tersebut.
Bahkan muncul seruan agar Presiden Prabowo Subianto menghentikan program MBG sebelum jatuhnya korban jiwa.
Video yang beredar di media sosial menunjukkan kondisi siswa yang mengalami gejala serius seperti kesulitan bernapas dan kram otot.
Pegiat media sosial Denny Siregar turut menyoroti kasus ini melalui akun X @Dennysiregar7 pada 23 September 2025.
“Apakah harus menunggu ada siswa meninggal karena keracunan MBG, baru program itu berhenti pak @prabowo,” tulisnya.
Ketua DPR RI Puan Maharani juga meminta pemerintah agar tidak saling menyalahkan dan segera melakukan evaluasi total terhadap program MBG.
Ia menyatakan bahwa DPR akan melakukan pengawasan langsung terhadap dapur-dapur yang terlibat dalam penyediaan makanan MBG.
Langkah ini dilakukan untuk mengetahui secara pasti sumber permasalahan yang menyebabkan keracunan.
Puan menyebut bahwa evaluasi harus dilakukan dari hulu, baik di dapur maupun di sekolah tempat makanan disalurkan.
Tujuannya agar kasus serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang.
Sementara itu, Badan Gizi Nasional membentuk tim investigasi sebagai langkah percepatan penanganan kasus keracunan MBG.
Tim tersebut terdiri dari ahli kimia, farmasi, dan kesehatan yang bertugas memberikan analisis awal sebelum hasil resmi dari BPOM keluar.
Wakil Kepala BGN Nanik S. Deyang menyampaikan bahwa pembentukan tim ini bertujuan memberikan second opinion atas penyebab keracunan.
Ia menjelaskan bahwa tim akan mengkaji kemungkinan penyebab seperti alergi, kontaminasi, atau faktor lain yang membuat siswa jatuh sakit.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

