Repelita Denpasar - Hujan deras yang berlangsung lebih dari 24 jam menyebabkan hampir seluruh wilayah Denpasar terendam banjir pada Rabu, 4 September 2025.
Jalan-jalan utama berubah menjadi arus deras sehingga akses kendaraan tertutup, bahkan truk penyelamat kesulitan menembus genangan air.
Kondisi ini membuat Tim SAR gabungan mengalami kesulitan mencapai titik banjir yang telah dipetakan oleh BPBD Bali.
Kepala Kantor Basarnas Bali, I Nyoman Sidakarya, menjelaskan hambatan besar yang dihadapi timnya dalam operasi penyelamatan warga terdampak.
Tim SAR sempat menemui kendala saat awal pergerakan personel karena banyak akses jalan yang tergenang banjir dan tidak bisa dilintasi truk, tetapi saat ini mereka sudah berhasil mencapai lokasi-lokasi terdampak.
Hingga pukul 11.00 WITA, Basarnas Bali menempatkan personel di sejumlah titik banjir terparah, antara lain kawasan Pulau Misol, Pulau Biak 1, Pura Demak, dan wilayah Teuku Umar.
Fokus utama tim adalah mengevakuasi warga yang masih terjebak di lokasi terdampak.
Di Pulau Misol, tim dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar bersama unsur SAR lain dari BPBD dan PMI berhasil mengevakuasi dua balita, dua lansia, dan tiga orang dewasa.
Sementara di Pulau Biak 1, seluruh warga telah diamankan di Balai Banjar untuk mendapatkan perlindungan sementara.
Sejak pukul 05.20 WITA, Basarnas menurunkan 14 personel ke titik banjir awal, delapan orang ke daerah Kampung Jawa dan enam lainnya ke Pulau Biak Taman Pancing.
Titik banjir semakin meluas seiring hujan yang tak kunjung reda, membuat upaya evakuasi menjadi lebih sulit dan memerlukan koordinasi ekstra.
Basarnas Bali terus memperbaharui data bersama BPBD terkait permintaan evakuasi dan jumlah korban yang telah diselamatkan agar keseluruhannya tercatat dengan akurat.
Keterbatasan jumlah personel dan perahu karet membuat tim SAR tidak mampu menjangkau semua titik secara bersamaan, sehingga masyarakat diimbau melakukan evakuasi mandiri untuk menghindari risiko lebih besar.
BMKG juga telah mengingatkan potensi cuaca buruk akibat aktifnya Ekuator Rossby di wilayah Bali pada hari yang sama, menambah kewaspadaan masyarakat di tengah banjir yang meluas. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok

