Repelita Bandung - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memberikan klarifikasi tegas terkait tuduhan dirinya terlibat dalam kasus suap dan gratifikasi proyek perumahan.
Tuduhan tersebut beredar melalui sebuah akun media sosial yang menyertakan video kehadiran Dedi dalam acara Menteri Perumahan Maruarar Sirait.
Dalam narasi video itu, Dedi dituduh menerima suap dan gratifikasi serta melakukan penguasaan tanah bersama seorang konglomerat.
Menanggapi hal tersebut, Dedi Mulyadi langsung mengunggah klarifikasi melalui akun Instagram @dedimulyadi71 pada Rabu 17 September 2025.
Ia menyebut bahwa tuduhan tersebut adalah kabar palsu atau hoaks yang tidak berdasar.
Dedi menjelaskan bahwa kehadirannya di acara tersebut bertujuan mendukung program pembangunan rumah bagi masyarakat menengah ke bawah.
Ia menegaskan tidak memiliki keterkaitan dengan proyek perumahan yang dituduhkan dalam video tersebut.
Dedi juga meminta agar pihak yang menyebarkan narasi tersebut memiliki kesadaran untuk tidak menyebarkan informasi tanpa data dan fakta.
Ia menyebut bahwa program perumahan yang dihadirinya menyediakan rumah gratis dan kredit murah untuk warga Jawa Barat.
Sebanyak 2000 unit rumah disebut telah diberikan secara cuma-cuma kepada masyarakat.
Dedi mengaku bingung dengan tuduhan yang dialamatkan kepadanya karena baru menjabat sebagai gubernur selama tujuh bulan.
Ia menegaskan bahwa kewenangan perizinan perumahan berada di tangan bupati dan wali kota, bukan gubernur.
Menurutnya, proyek-proyek perumahan elit yang disebut dalam tuduhan telah dibangun jauh sebelum dirinya menjabat.
Dedi meminta agar narasi dan opini yang disebarkan ke publik disertai dengan data agar tidak menjadi fitnah.
Ia juga menyatakan tidak memiliki masalah dengan perizinan maupun dengan pihak-pihak yang disebut dalam video.
Dedi menegaskan bahwa dirinya tidak takut jika dilaporkan ke pihak berwajib.
Ia menyatakan akan tetap bertindak tegas terhadap pelanggaran yang merugikan masyarakat.
Dalam unggahan videonya, Dedi menekankan pentingnya membuat konten berdasarkan data dan fakta.
Ia menyebut bahwa konten yang tidak berdasar adalah bentuk hoaks yang harus dilawan.
Unggahan klarifikasi Dedi Mulyadi mendapat banyak respons dari netizen.
Beberapa komentar mendukung langkah Dedi dan menyarankan agar kasus ini dibawa ke ranah hukum.
"Semakin tinggi pohon semakin kencang juga anginnya pak," tulis akun @nan***.
"Untung pak dedi selalu bikin vidio jadi ga bakal tertipu.. Mantap pak Ded," tambah akun @wah***.
"Laporkan aja kang dedy.....yg bisa menyebar hoak," timpal akun @rya**.()
Editor: 91224 R-ID Elok

