Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Bursa Calon Kapolri Memanas Sri Radjasa Sebut Prabowo Punya Kuda Hitam Lawan Putra Mahkota Listyo Sigit

 Sri Radjasa Ungkap Listyo Sigit 'Persekusi' dan Cari Kesalahan Calon Kapolri Pilihan Prabowo

Repelita Jakarta - Wacana pergantian Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) pengganti Jenderal Listyo Sigit Prabowo mulai menjadi sorotan.

Mantan perwira intelijen Kolonel (Purn) Sri Radjasa mengungkapkan bahwa saat ini ada pertarungan pengaruh antara kubu Kapolri Listyo Sigit yang menyiapkan sosok penerus, dengan kubu Presiden Prabowo Subianto yang disebut memiliki kandidat kejutan.

Menurutnya, sebelum mutasi jabatan dan promosi pada Juni 2025, Presiden Prabowo sempat marah karena perintahnya untuk mengangkat seorang jenderal berprestasi menjadi kapolda tidak dijalankan Kapolri.

"Terjadilah mutasi dan keluar SKEP, tetapi nama itu tidak ada. Prabowo marah, dan promosi jenderal itu disusulkan di SKEP berikutnya," kata Sri Radjasa, Jumat, 26 September 2025.

Ia menilai peristiwa tersebut sebagai bentuk insubordinasi yang bisa diganjar pidana dengan ancaman pemecatan atau hukuman penjara.

Sri Radjasa juga menuturkan bahwa Presiden Prabowo sudah memiliki calon Kapolri pilihannya sendiri.

Sosok tersebut disebut masih berpangkat inspektur jenderal bintang dua, lulusan terbaik Akademi Kepolisian penerima penghargaan Adhi Makayasa, dan saat ini menjabat sebagai kapolda.

Ia menambahkan, kandidat ini kini menjadi incaran kelompok pendukung Kapolri yang berusaha mencari kesalahannya.

Meski baru berpangkat bintang dua, peluangnya tetap dinilai besar karena dalam sejarah Polri pernah ada kenaikan pangkat cepat dalam waktu dua hari dari bintang dua ke bintang empat untuk jabatan Kapolri, yang sepenuhnya menjadi hak prerogatif presiden.

Di sisi lain, Sri Radjasa menyebut Kapolri Listyo Sigit telah menyiapkan dua figur penerus yang dijuluki 'putra mahkota'.

Pertama adalah Komjen Dedi Prasetyo yang menjabat sebagai Wakapolri.

Kedua yakni Komjen Suyudi Ario Seto yang saat ini menjabat Kepala Badan Narkotika Nasional.

Menurutnya, percepatan karier keduanya, terutama penempatan Suyudi, adalah langkah terencana untuk memastikan skenario suksesi tetap berada dalam kendali kelompok Listyo.

Ia menyebut strategi tersebut diperkuat dengan penyebaran isu bahwa nama Dedi dan Suyudi telah diusulkan presiden ke DPR.

"Saya, berdasarkan keterangan dari pihak DPR, enggak ada surat itu," tegas Sri Radjasa.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved