Repelita Jakarta - Mantan Menteri Koperasi RI, Budi Arie Setiadi, mengaku sempat tidak menyangka dirinya dicopot dari kabinet Presiden Prabowo Subianto.
Pada Senin (8/9/2025), sehari sebelum pengumuman reshuffle, Budi Arie masih tampak tenang saat menghadiri rapat kerja bersama Wakil Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, di DPR RI.
Di hadapan wartawan, Budi Arie menegaskan bahwa ia tidak mengetahui soal isu reshuffle dan hanya fokus menjalankan tugas untuk rakyat.
“Enggak, belum ada pemberitahuan. Kenapa kamu bikin isu sendiri,” ujarnya kepada awak media.
Ia juga menekankan bahwa reshuffle merupakan hak prerogatif Presiden dan menolak berkomentar mengenai rumor penggabungan kementeriannya dengan Kementerian UMKM.
“Semuanya hak prerogatif Presiden. Kita fokus ngurus rakyat ya,” katanya sambil mengulang pernyataan tersebut beberapa kali.
Pernyataan Budi Arie langsung menarik perhatian publik. Politikus PDI Perjuangan, Guntur Romli, ikut menanggapi melalui unggahan di Instagram pada Selasa (9/9/2025).
“Detik-detik Budi Arie tidak percaya sudah dipecat Prabowo dari kabinet. Ditanya wartawan malah ngenyel. Sok kuat. Sok percaya diri,” tulis Guntur Romli.
Reshuffle dilakukan Presiden Prabowo Subianto hanya sepekan setelah gelombang unjuk rasa melanda Indonesia.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengumumkan pergantian sejumlah menteri, termasuk Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menko Polhukam Budi Gunawan, Menpora Dito Ariotedjo, Menteri Perlindungan Pekerja Migran Abdul Kadir Karding, dan Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi.
Selain itu, Presiden juga melantik Menteri Haji dan Umrah sebagai nomenklatur kementerian baru.
“Pergantian ini dilakukan Presiden karena berbagai pertimbangan, masukan, dan evaluasi yang terus-menerus,” ujar Prasetyo.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

