Repelita Denpasar - Dua unit bangunan toko kain di bantaran Sungai Tukad Badung, Jalan Hasanuddin, Kota Denpasar, Bali, roboh pada Rabu, 10 September 2025.
Robohnya bangunan terjadi setelah hujan deras menyebabkan aliran air meluap hingga ke daratan tempat bangunan berdiri.
Salah satu toko adalah Toko Taslim yang dihuni Taslim (54 tahun) beserta anak perempuannya, Farwah (30 tahun).
Toko lainnya adalah Toko Centrum yang dihuni Maimunah (75 tahun), anaknya Muis (50 tahun), menantunya Nadira (47 tahun), dan cucunya Khusay (23 tahun).
Kakak kandung Maimunah, Rizal Husain (63 tahun), mengatakan bahwa kedua keluarga telah membuka toko di lokasi tersebut sejak era 1980-an.
Bangunan toko kain terdiri dari tiga lantai, dengan keluarga korban tinggal di lantai dua dan tiga yang berisi dapur dan kamar mereka.
Rizal menduga bangunan roboh saat Maimunah sedang memasak sekitar pukul 06.30 WITA, karena komunikasi melalui ponsel dengan Maimunah tiba-tiba terputus.
Rizal kemudian menerima kabar dari pedagang kain bahwa toko milik Maimunah roboh dan terjadi insiden di saat yang bersamaan dengan terputusnya komunikasi.
Sejumlah korban telah ditemukan dan dilarikan ke rumah sakit, namun beberapa orang masih hilang, termasuk Taslim, Farwah, dan Maimunah.
Rizal berharap para korban dapat ditemukan walaupun tidak selamat, agar jenazah mereka dapat diserahkan kepada keluarga.
Hujan deras melanda Bali sejak Selasa, 9 September 2025, menyebabkan hampir seluruh wilayah terdampak banjir, dengan kondisi terparah berada di Denpasar.
Sekretaris BPBD Bali, Gede Agung Teja Bhusana Yadnya, menyatakan ketinggian air bervariasi, bahkan ada rumah lantai dua yang terendam dengan tinggi 2-3 meter, dan sejumlah bangunan serta kendaraan terlihat tenggelam. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok

