Repelita Banjarnegara - Nama vokalis band Sukatani, Novi Citra Indriyati, mendadak viral setelah dikabarkan diberhentikan dari pekerjaannya sebagai guru SD. Pihak sekolah menegaskan bahwa pemberhentian Novi tidak terkait dengan lagu Bayar Bayar Bayar yang tengah viral, melainkan karena pelanggaran membuka aurat.
Khairul Mudakir, Ketua Yayasan Al Madani Banjarnegara yang menaungi SD Islam Terpadu (IT) Mutiara Hati di Desa Klampok, Kecamatan Purwareja Klampok, Banjarnegara, membenarkan bahwa Novi adalah salah satu guru di sekolah tersebut. Ia mengajar sejak 2 November 2020.
"Saudari Novi Citra Indriyati merupakan guru kami sejak 2 November 2020. Sebelumnya, dia mengajar sebagai guru kelas IV," ujar Khairul saat ditemui di kantor Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Banjarnegara, Senin.
Namun, mulai 6 Februari 2025, Novi telah diberhentikan dari jabatannya sebagai guru di SD IT Mutiara Hati. Menurut Khairul, pemberhentian ini disebabkan oleh pelanggaran terhadap kaidah dan kode etik sekolah.
"Saudari Novi mengakui bahwa ada sebagian perilaku di luar jam sekolah yang tidak sesuai dengan kode etik yang ada. Oleh karena itu, Yayasan Al Madani Banjarnegara pada Rabu, 6 Februari 2025, memutuskan untuk memberhentikan yang bersangkutan sebagai guru di SD IT Mutiara Hati," jelasnya.
Khairul menegaskan bahwa keputusan ini murni berdasarkan pelanggaran kode etik dan tidak ada kaitannya dengan lagu yang sedang viral.
"Pelanggaran yang dilakukan saudari Novi tidak ada hubungannya dengan lagu tersebut. Tetapi, perilaku pribadinya yang melanggar kode etik. Kami memiliki data bahwa salah satu pelanggaran yang dilakukan adalah membuka aurat, yang menurut standar di sekolah kami tidak dibenarkan, meskipun terjadi di luar lingkungan sekolah," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kode etik dan standard operating procedure (SOP) yang diterapkan di SD IT Mutiara Hati tidak hanya berlaku di lingkungan sekolah, tetapi juga di rumah dan di masyarakat.
"SOP dan kode etik ini berlaku di semua kalangan. Guru harus menjadi sosok yang baik, bermoral, dan berakhlak, serta menjadi contoh bagi murid dan karyawan lainnya, baik di sekolah, di rumah, maupun di lingkungan masyarakat," tambahnya.
Kabar ini menuai beragam reaksi dari masyarakat.
"Kalau aturan sekolahnya seperti itu, ya mau bagaimana lagi. Setiap tempat punya aturan masing-masing," tulis seorang netizen.
"Tapi kalau soal membuka aurat di luar sekolah, bukankah itu ranah pribadi? Kenapa harus jadi urusan sekolah?" komentar warganet lainnya. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok

