Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Protes "Adili Jokowi" Meluas, Zainal: Ucapan Prabowo Perkuat Dugaan Kecurangan Pemilu

 Apa Itu Dirty Vote, Ramai Dibicarakan Tuai Pro dan Kontra

Protes Meningkat, Prabowo Berterima Kasih pada Jokowi, Zainal: Memperkuat Narasi Dirty Vote

Repelita Jakarta - Pakar hukum tata negara Zainal Arifin Mochtar menyoroti gerakan "Adili Jokowi" yang semakin meluas di berbagai kota di Indonesia. Sementara aksi protes terhadap Jokowi meningkat, Presiden terpilih Prabowo Subianto justru mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada mantan Presiden ke-7 itu.

Menurut Zainal, ucapan terima kasih dari Prabowo kepada Jokowi seolah memperkuat narasi dalam film dokumenter Dirty Vote yang mengungkap berbagai dugaan penyimpangan dalam Pemilu 2024.

"Gerakan 'Adili Jokowi' saya lihat terjadi di banyak tempat dan semakin menguat. Pada saat yang sama, ada ucapan terima kasih dari Pak Prabowo kepada Jokowi dalam acara Partai Gerindra," ujar Zainal dalam pernyataannya di kanal YouTube pribadinya, Minggu.

Zainal mengaku mendapat banyak pesan dari rekan-rekannya di media sosial setelah mendengar pernyataan Prabowo tersebut. Baginya, ucapan itu seakan membuktikan bahwa Jokowi memang turut campur dalam proses Pemilu 2024 untuk memenangkan Prabowo dan Gibran Rakabuming Raka.

"Tanpa Pak Prabowo mengucapkan terima kasih pun, kita semua tahu bahwa Pak Jokowi terlalu banyak ikut campur dan merekayasa berbagai proses dalam pemilu. Bisa jadi untuk Prabowo sepenuhnya, bisa juga untuk anaknya yang dipasangkan dengan Prabowo," kata Zainal.

Meski demikian, Zainal menegaskan bahwa memberikan dukungan politik adalah hak Jokowi sebagai individu dan tidak menyalahi aturan. Namun, yang disayangkannya adalah dugaan penyalahgunaan sumber daya negara, termasuk penggunaan anggaran bansos dan keterlibatan aparatur negara untuk pemenangan pasangan Prabowo-Gibran.

"Yang paling penting bukan sekadar soal dukungan, tapi bagaimana negara digunakan, sumber negara digunakan, dan pendanaan negara dipakai untuk memenangkan calon tertentu," tegasnya.

Gerakan "Adili Jokowi" semakin meluas, dengan aksi demonstrasi berlangsung di berbagai daerah. Di Jawa Barat, ratusan orang yang mengatasnamakan Masyarakat Tertindas Barat (Martin) menggelar aksi di depan Polda Jabar, membentangkan spanduk bertuliskan "Tangkap Jokowi" dan "Adili Jokowi".

Di Jawa Timur, elemen masyarakat yang menamakan diri Gerakan Arek Suroboyo juga menggelar aksi di depan Polda Jatim, menuntut pengusutan dugaan korupsi, kolusi, dan nepotisme yang diduga melibatkan Jokowi dan keluarganya.

Aksi serupa digelar di berbagai wilayah, termasuk Tangerang dan Palembang. Spanduk bertuliskan "Adili Jokowi" terlihat terpampang di sejumlah titik strategis di kota-kota tersebut.

Sementara itu, di media sosial, respons netizen terhadap pernyataan Prabowo dan maraknya gerakan "Adili Jokowi" beragam.

"Jokowi sudah selesai, tinggal Prabowo yang harus membuktikan kalau dia pemimpin rakyat, bukan penerus Jokowi," tulis seorang netizen.

"Apa benar Prabowo ini presiden terpilih, atau hanya penerus tugas?" sindir netizen lainnya.

"Kalau nggak ada Jokowi, Prabowo nggak akan menang. Itu jelas," ungkap warganet lain.

Di tengah berbagai gelombang protes, Prabowo hingga kini belum menanggapi secara langsung gerakan "Adili Jokowi" yang terus berkembang di masyarakat.(*).

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved