Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

VIRAL Banner Foto Dandim Sukoharjo Bareng Prabowo-Gibran, Kodam IV/Diponegoro Buka Suara

 VIRAL Banner Foto Dandim Sukoharjo Bareng Prabowo-Gibran, Kodam IV/Diponegoro Buka Suara

Kodam IV/Diponegoro menyatakan tak pernah ada perintah dari Dandim 0726/Sukoharjo untuk memasang baliho bernada dukungan kepada pasangan nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Kapendam IV/Diponegoro Kolonel Inf Richard Harison menyampaikan itu usai beredar foto baliho bergambar Dandim 0726/Sukoharjo Letkol Czi Slamet Riyadi berdampingan dengan Prabowo dan Gibran di media sosial. Menurutnya foto Dandim Sukoharjo di baliho tersebut dicatut pihak lain.

"Intinya Dandim 0726/Sukoharjo tidak pernah memerintahkan kepada siapapun untuk membuat atau memasang baliho dimaksud serta menegaskan bahwa dirinya beserta anggota jajarannya masih tetap memegang teguh netralitas TNI," kata Richard dalam keterangan tertulis, Kamis (11/1). 

Richard menegaskan jajarannya netral selama Pemilu 2024. Dia menampik anggapan bahwa Dandim 0726/Sukoharjo berpihak kepada salah satu peserta Pilpres 2024 usai beredar spanduk tersebut.

Dia menjelaskan bahwa baliho itu awalnya diketahui oleh masyarakat pada Selasa (9/1). Masyarakat lalu melapor kepada Bawaslu setempat.

"Ada masyarakat yang melapor ke Bawaslu Sukoharjo, sekitar pukul 09.00 WIB telah menemukan foto Dandim 0726/Sukoharjo Letkol Czi Slamet Riyadi yang dimuat dalam Baliho atau APK bersama salah satu capres dan cawapres," kata Richard

Saat itu Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sukoharjo Rochmad Basuki langsung memerintahkan jajaran untuk menyisir serta mengamankan tiga buah baliho di area persawahan wilayah Kecamatan Bendosari dan Sukoharjo Kota.

Richard menyebut pada hari itu juga, Dandim 0726/Sukoharjo Letkol Czi Slamet Riyadi didampingi Kapolres Sukoharjo AKBP Sigit memberikan klarifikasi kepada Bawaslu. 

Menurutnya, pencatutan foto Letkol Czi Slamet Riyadi yang disandingkan dengan salah satu paslon itu merupakan propaganda negatif yang sengaja diciptakan oleh pihak tidak bertanggung jawab.

"Tujuannya penggiringan opini agar masyarakat meragukan netralitas TNI dan bisa jadi ada upaya untuk menciptakan instabilitas wilayah dengan memecah belah persatuan dan kesatuan," katanya.

Sejauh ini, hasil penelusuran yang dilakukan Kodam, foto Letkol Czi Slamet Riyadi diambil dari internet kemudian disandingkan dengan salah satu paslon.

"Terkait temuan tersebut pihak berwajib dalam hal ini Bawaslu Sukoharjo masih melakukan penyelidikan lanjutan," katanya.

Sumber Berita / Artikel Asli : CNN Indonesia

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Ads Bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved