Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Videotron Anies Dicekal, Ada Yang Panik dengan Misi Gelombang Perubahan?

 

VIDEOTRON Calon Presiden (Capres) nomor urut 1, Anies Baswedan, dihentikan meski baru ditayangkan.

Videotron yang berada di depan Grand Metropolitan Bekasi, Jawa Barat, dan Graha Mandiri, Jakarta, berisi visual dukungan hasil kolaborasi akun X (dulu Twitter) @aniesbubble dan @olpproject.

Videotron tersebut dibiayai secara mandiri oleh pendukung paslon capres urut 01.

Presidium Perhimpunan Aktivis 98 (PA 98), Agung Nugroho, menilai pencekalan videotron Anies itu adalah upaya menjegal paslon no 1 untuk kesekian selamanya.

“Pencekalan videotron Anies adalah rangkaian penjegalan Anies menuju kursi RI-1,” ujar Agung dalam siaran pers kepada media, Selasa (16/1), di Jakarta.

Agung mengungkapkan upaya penjegalan Anies menuju kursi RI-1 sudah dilakukan sejak masih menjabat sebagai Gubernur DKI.

“Semua peristiwa penjegalan kepada Anies adalah satu rangkaian dan dilakukan oleh kekuatan besar yang takut terhadap antusias massa dalam menyambut Anies sebagai pemimpin masa depan” jelas Agung, yang juga pendiri Lintas Aktivis Jakarta (LAJ).

Agung mengungkapkan, rangkaian acara penjegalan Anies dimulai dari pelarangan Anies oleh Paspampres menyambut Persija yang menjadi juara, penjegalan pelaksanaan E1, pelarangan Anies mengambil langkah dalam pengendalian covid-19 di DKI Jakarta, pelarangan tempat acara sosialisasi dan kampanye, hingga ancaman kepada pihak-pihak yang ingin membantu Anies dalam kampanye Pilpres 2024.

Agung juga menyebutkan, rangkaian peristiwa menjegal Anies adalah cara-cara yang tidak demokratis dan kuat tendensinya ada penggunaan pengaruh kekuasaan. 

"Cara-cara tidak demokratis semakin telanjang mata dan ini bukti ada yang panik dalam melihat besarnya gelombang rakyat yang mendambakan perubahan" lanjut Agung.

Meski begitu, Agung mengingatkan semua rangkaian penjegalan Anies adalah gejala semakin kuatnya Pemilu 2024 tidak akan berjalan jujur ​​dan adil (jurdil).

“Satu-satunya jalan agar pemilu jurdil adalah memaksakan penguasa untuk ke luar dari arena pemilu agar tidak ada lagi tendensi kekuasaan bermain-main dengan proses pemilu demi kemenangan salah satu paslon,” tegas Agung

Timnas Amin Duga Ada Motif Politik di Penurunan Paksa Videotron Anies

TIM Nasional Pemenangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Timnas Amin) menduga ada motif politik dalam kasus penurunan (take down) videotron Anies Baswedan. Hal ini berkaca pada berkaca pada pengalaman sebelumnya.

“Kayanya pengalaman-pengalaman dari kami berhubungan ya (dengan politik),” ujar juru bicara Timnas Amin, Indra Charismiadji di Rumah Koalisi Perubahan, Jalan Brawijaya X, Jakarta Selatan, Selasa (16/1).

Indra memasukkan alasan videotron Anies di-take down. Sejauh ini, komunitas pendukung Anies yang bernama Olppaemi Project telah membayar sewa iklan videotron.

“Apa alasannya kecuali gak bayar gitu loh, kan dia bayar,” jelas Indra

Namun sejauh ini, Indra belum mengetahui secara pasti penyebab videotron Anies di Bekasi dan Jakarta ditakedown. Timnas Amin, kata Indra menyayangkan tindakan itu.

"Kita melihat menarik sekali patung mereka sendiri dan juga bentuknya sangat k-pop banget jadi konsumsi mereka, sangat memalukan," jelasnya.

Videotron yang menampilkan capres nomor urut 1 Anies Baswedan disetop paksa. Videotron tersebut berada di Grand Metropolitan Bekasi dan Graha Mandiri Jakarta. 

Keberadaan videotron itu tersebar di Twitter @aniesbubble dan @olpproject pada Senin, 15 Januari 2024. Tampilan dari videotron itu bergaya ala k-popers.

"Iklan Anies dari @olpproject x @aniesbubble. Cek di depan Grand Metropolitan Bekasi! Gunakan #SpotAbahAnies kalau ketemu! #PahitManiesAlwaysWithAnies," tulis akun tersebut.

Terdapat beberapa kata lainnya seperti 'Face of The Group', 'Leader', dan 'Main Vocal'. Kata-kata pamungkas dari Anies juga ditampilkan.

Terdapat pula foto Anies dengan tulisan 'Stan Talent Stan Anies' dan tagar #PahitManiesAlwaysWithAnies. Sedangkan videotron yang berada di Jakarta dibuat dengan menampilkan beberapa kegiatan Anies.

Kemunculan videotron tersebut tidak berlangsung lama. Videotron tersebut diturunkan paksa.

“Sayangnya, kami harus mengabarkan bahwa LED Ads yang telah dijadwalkan tayang selama seminggu (15-21 Januari 2024) di Bekasi dan Jakarta tidak dapat lanjut tayang di lokasi tersebut karena suatu hal yang di luar kuasa kami," tulis @olpproject.


Sumber Berita / Artikel Asli : mediaindonesia

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Ads Bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved