Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Program Ekonomi Anies Dipandang Tak Bakal Kuras Uang Negara

 

Jakarta: Visi, misi, serta program ekonomi yang diusulkan oleh Calon Presiden nomor urut 01 Anies Baswedan dinilai lebih dapat diimplementasikan tanpa harus menguras uang negara.

Hal itu dinilai menjadi dasar dari hasil Bloomberg yang menyebut para ekonom lebih memilih Anies menjadi Presiden.

“Kesimpulan Bloomberg itu menurut saya tidak hanya diambil dari sekadar visi misi, tetapi juga kemampuan eksekusi,” ujar ekonom senior sekaligus pendiri Center of Reform on Economic (CoRE) Indonesia Hendri Saparini dilansir Media Indonesia, Sabtu, 20 Januari 2024.

Gagasan dan program yang yang disampaikan Anies disebut lebih realistis dan efisien. Berbeda dengan gagasan dan program yang diusung oleh Capres 02 Prabowo Subianto yang dianggap akan menambah beban keuangan negara.

Dari berbagai program yang disampaikan Menteri Pertahanan, menurut Hendri, akan banyak anggaran tambahan yang digunakan dan mempengaruhi kondisi fiskal negara.

Hal itu dapat memberatkan beban APBN di kemudian hari.

"Di 02 itu terlalu banyak secara umum, orang awam akan melihat bahwa itu akan menggunakan tambahan anggaran. Jadi, dengan defisit fiskal yang ada, kemampuan pemerintah untuk pembiayaan, itu akan ada tambahan belanja yang luar biasa dari visi misi 02" terang Hendri.

Sementara menurut dia, gagasan, visi dan misi yang disampaikan oleh Capres 03 Ganjar Pranowo menarik banyak perhatian untuk dibahas oleh para ekonom.

Banyak pasang mata membahas visi dan misi yang dibawa oleh Capres 01 dan 02. Selain dampak terhadap fiskal, Hendri menilai hasil survei Bloomberg banyak dipengaruhi oleh kemampuan pengelolaan manajemen ataupun program eksekusi.

“Jadi menurut saya, dua faktor itu yang mungkin membuat kesimpulan bahwa visi misi 01 itu lebih reliabel, lebih bisa diimplementasikan,” sebut Hendri.

Gagasan sama

Hendri berpendapat, secara umum, gagasan ekonomi yang dibawa oleh tiga capres relatif sama. Hanya dua hal itu yang menjadi faktor pembeda dan memengaruhi persepsi para ekonom maupun masyarakat.

Gagasan seragam juga tampak dari niatan untuk membentuk badan atau lembaga baru dalam hal penerimaan negara.

Hendri mengatakan, gagasan itu sebenarnya bukan barang baru. Bahkan beberapa negara sudah sedari dulu memiliki lembaga sendiri yang khusus mengurusi penerimaan negara.

“Jadi itu dari sisi pasar bukan sesuatu yang tersirat,” ucap Hendri.

“Tapi kalau lihat dari sisi revenue dan tax ratio dari 02 akan menjadi 23 persen, meski kita tidak tahu itu di tahun pertama atau kelima, pada saat kita belum tahu cara meningkatkan penerimaan pajak, itu memang menjadi cukup pertanyaan besar bagi pelaku usaha,” tuturnya. dia.

Sumber Berita / Artikel Asli : metro tv

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Ads Bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved