Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Menilik Sepak Terjang PT TMI, Perusahaan Milik Kroni Prabowo

 Menilik Sepak Terjang PT TMI, Perusahaan Milik Kroni Prabowo

Calon presiden nomor urut 1 Anies Baswedan menuding pengadaan alat utama sistem senjata di Kementerian pertahanan banyak menguntungkan orang dalam Prabowo Subianto.

Dia mengatakan keterlibatan orang dalam terkait proyek-proyek pengadaan itu melalui PT Teknologi Militer Indonesia dan PT Indonesian Defense and Security Technologies.

Anies menilai keterlibatan kroni dalam proyek-proyek negara itu tidak sesuai dengan standar etika yang harus dimiliki seorang presiden.

"Menjadi presiden panglima tertinggi harus punya standar etika yang tinggi, karena mengambil keputusan, mengerahkan pasukan dan harus ada korban nyawa ketika bertempur, tapi kenyataannya ketika bapak memimpin di Kemenhan, banyak orang dalam pengadaan alutsista PT Teknologi Militer Indonesia, PT Indonesian Defense and Security Technologies," kata Anies dalam debat yang digelar Minggu (7/1/2024).

Menjawab tudingan Anies itu, Prabowo menilai bahwa mantan Gubernur Jakarta ini telah keliru.

Dia menuduh balik bahwa data-data yang dijabarkan Anies mengenai pengadaan alutsista dan lainnya salah.

Prabowo menantang Anies untuk duduk bersama dan buka-bukaan mengenai data yang dia anggap benar.

"Saya bersedia kita duduk, kita buka-bukaan," kata Prabowo.

Halaman website milik PT TMI membuka sekelumit profil perusahaan yang beralamat di Cilandak, Jakarta Selatan ini.

Dari laman website itu diketahui bahwa perusahaan menawarkan 4 produk utama, yaitu sistem pertahanan laut, udara, darat, serta inovasi dan teknologi. 

Sahabat karib Prabowo, Mayor Jenderal Purnawirawan Glenny Kairupan duduk sebagai Chairman PT TMI.

Glenny merupakan teman seangkatan dengan Prabowo di Akademi Militer pada 1970.

Sementara, seseorang bernama Harsusanto duduk sebagai President sekaligus CEO.

Dugaan keterlibatan PT TMI dalam pengadaan proyek di Kemenhan pernah mencuat pada 2021. Saat itu, nama PT TMI disebut dalam draf peraturan presiden tentang anggaran Kemenhan.

PT TMI disebut akan ditunjuk dalam rencana pengadaan alpahankam Kemenhan bernilai US$ 124,99 miliar atau sekitar Rp 1.760 triliun.

Saat isu ini mencuat, PT TMI membantahnya dan mengatakan tidak pernah mendapatkan satu kontrak pun dari Kemenhan.

"Perlu diketahui bahwa tidak ada satu kontrak pun dari Kementerian Pertahanan ke PT TMI. PT TMI tidak ditugaskan untuk pembelian atau pengadaan oleh Kementerian Pertahanan," ujar Corporate Secretary PT TMI Wicaksono Aji.

Wicaksono mengatakan visi PT TMI adalah mewujudkan alih teknologi (ToT) yang berbobot dan berkualitas dari segi teknologi maupun teknis.

Dia memastikan kehadiran PT TMI adalah untuk menjawab permasalahan transfer teknologi yang selama ini belum maksimal.

Nama PT TMI juga pernah disinggung oleh Sekretaris Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfud MD, Hasto Kristiyanto. Hasto mengatakan PT TMI diisi oleh sahabat-sahabat dan orang dekat Prabowo.

"Berbeda dengan Pak Prabowo yang untuk pengadaan alutsista pun itu habis untuk suatu PT Teknologi Militer Indonesia yang berisi oleh sahabat-sahabat dekatnya," kata Hasto, dikutip dari CNN Indonesia.

Terbaru, Menteri Keuangan Sri Mulyani ikut terseret oleh polemik PT TMI ini. Beberapa hari lalu di internet sempat tersebar poster yang berjudul 'Warning dari Bu Sri, Indonesia Dimiskinkan'.

Poster-poster itu berisi kalimat yang menyinggung belanja alutsista PT TMI.

Staf Khusus Menteri Keuangan Yustinus Prastowo mengatakan bahwa pernyataan soal PT TMI di dalam poster yang tersebar di media sosial ini tidak disampaikan oleh Sri Mulyani. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto.

"Hal ini diutarakan oleh Hasto Kristiyanto (Sekjen PDIP), bukan Menkeu SMI. Chairman dan CEO dari PT TMI memang sahabat karib Prabowo dan telah ada surat penunjukkan PT TMI oleh Menhan dalam program pengadaan alutsista," kata Yustinus.

Profil PT TMI

Dari situs resmi perusahaan, PT TMI mengungkapkan pihak bergerak sektor pertahanan dan keamanan nasional.

Perusahaan mendeskripsikan mereka sebagai integrator untuk sistem manajemen tempur yang mewujudkan pengembangan teknologi militer tingkat lanjut

PT TMI menawarkan setidaknya empat produk utama. Ada sistem pertahanan laut, udara, darat, serta inovasi dan teknologi.

Adapun, visi perusahaan adalah menjadi yang terdepan dalam manajemen teknologi militer serta penyedia solusi untuk berbagai kebutuhan misi berbasis teknologi dan perangkat lunak. Sementara itu, misi perusahaan ada tiga.

Pertama, merancang alutsista untuk keandalan sistem pertahanan negara. Kedua, PT TMI mengeksekusi kebijakan dan program pemerintah, khususnya terkait Kementerian Pertahanan, dalam kemandirian membuat Alutsista.

Ketiga, PT TMI menjadi mitra terpercaya dan terkemuka untuk menghadirkan solusi. Dalam situsnya, mereka mencantumkan 4 BUMN pertahanan yang pernah bekerja sama dengan PT TMI, yaitu PT LEN Industri (Persero), PT Pindad (Persero), PT Dirgantara Indonesia (Persero), dan PT PAL Indonesia (Persero).

Sumber Berita / Artikel Asli : CNBC Indonesia

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Ads Bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved