Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Luhut Bakal Dapat Tugas Baru dari Jokowi, Terkait Nuklir!

 

Dewan Energi Nasional (DEN) membeberkan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marinves) Luhut Binsar Pandjaitan bakal menjadi Ketua Tim Percepatan Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) atau Nuclear Energy Program Implementation Organization (NEPIO).

Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional (DEN) Djoko Siswanto mengungkapkan NEPIO sendiri adalah sebuah badan yang kelak akan bertugas untuk mempersiapkan pembangunan PLTN.

Rencana pembentukan NEPIO sendiri sudah disampaikan kepada Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

Sebagaimana diketahui, pemerintah melalui Menteri ESDM, Arifin Tasrif telah menetapkan Kepmen ESDM 250.K/HK.02/MEM/2021 tentang tim persiapan pembentukan NEPIO sebagai upaya pemenuhan syarat IAEA dalam membangun PLTN.

"Dalam sidang paripurna yang dipimpin pak Presiden akan kita paparkan juga sekaligus minta arahan, ketua timnya Menko Marinves Luhut dan Ketua Hariannya Menteri ESDM Arifin Tasrif," ujar Djoko dikutip Kamis (18/1/2024).

Selanjutnya, struktur anggota percepatan NEPIO bakal berisikan Ketua Dewan Pengarah BRIN, Menteri atau Kepala Lembaga Terkait, Anggota DEN dan Ketua Majelis Pertimbangan Tenaga Nuklir, Kepala Sekretariat, Wakil Ketua Harian Tim/Kapokja.

Menurut Djoko, untuk mengkomersialisasikan nuklir, setidaknya ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi.

Adapun dari 19 persyaratan yang direkomendasikan oleh Badan Tenaga Atom Internasional (International Atomic Energy Agency), Indonesia sudah memenuhi 16 syarat.

"Untuk mengkomersialisasi nuklir kita harus memenuhi 19 persyaratan, 16 kita sudah, 3 lagi salah satunya NEPIO," kata dia.

Terungkap! Ini Lokasi yang Akan Dibangun Pembangkit Nuklir RI

Dewan Energi Nasional (DEN) mengungkapkan lokasi yang saat ini menjadi fokus utama untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) perdana di Indonesia.

Sekretaris Jenderal DEN, Djoko Siswanto mengatakan bahwa saat ini pihaknya tengah fokus untuk membangun PLTN di Pulau Gelasa, Kepulauan Bangka Belitung.

"Sementara (fokus) di pulau Gelasa di sekitar Bangka Belitung," jelasnya saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, dikutip Jumat (3/11/2023).

Lantas, seperti apa Pulau Gelasa yang akan dibangun PLTN perdana di Indonesia?

Pulau Gelasa merupakan pulau yang terletak di Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung. Pulau ini sendiri memiliki luas wilayah sebesar 220,83 ha.

Dilansir dari Direktori Pariwisata, Pulau Gelasa adalah pulau yang masih perawan dan nyaris jarang menjamahnya.

Pulau Gelasa ini dipenuhi dengan pepohonan yang cukup rapat dan juga bebatuan granit di pinggiran pulaunya.

"Dan sudah dipastikan keindahan pantai yang masih sangat asri benar-benar menjadi sajian utama di Pulau Gelasa," tulis Direktori Pariwisata dalam situs resminya, dikutip Jumat (3/11/2023).

Selain itu, Pulau Gelasa dihiasi oleh terumbu karang yang masih sangat alami hidup di bawah perairan Pulau Gelasa.

Seperti diketahui, perusahaan pembangkit listrik swasta asal Amerika Serikat (AS) yakni PT ThorCon Power Indonesia saat ini tengah merencanakan pembangunan PLTN pertama di Indonesia.

Adapun daerah yang dipilih untuk membangun PLTN berbasis thorium ini yaitu Kepulauan Bangka Belitung.

Chief Operating Officer ThorCon Power Indonesia Bob S. Effendi mengatakan, pihaknya sebenarnya sudah menyiapkan tiga opsi daerah yang direncanakan akan dibangun PLTN.

Namun, dari ketiga opsi daerah tersebut, Bob menyebut, hanya Kepulauan Bangka Belitung memberikan respons positif atas rencana pembangunan PLTN ini.

"Dari 3 provinsi lainnya yang kami surati pada tahun 2019 adalah Provinsi Babel yang merespons positif dan mendapatkan dukungan penuh dari Gubernurnya saat itu, Pak Erzaldi," jelas Bob kepada CNBC Indonesia, Senin (23/10/2023).

Dia mengatakan bahwa PLTN yang digadangkan akan menjadi PLTN pertama di Indonesia tersebut ditargetkan akan mulai beroperasi pada tahun 2030 mendatang.

Bob juga mengatakan bahwa nantinya pada November 2024 mendatang, pihaknya akan memulai pemotongan baja pertama yang akan dilakukan di galangan kapal Korea Selatan.

Setelah itu, Bob mengatakan pada tahun 2027 mendatang, unit PLTN akan sampai di Indonesia. Lokasi yang dipilih pun berada di Kepulauan Bangka Belitung.

Selain itu, izin operasi Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) ditargetkan bisa dikantongi pada 2029 mendatang.

"Target operasi komersial 2030. First steel cutting (pemotong baja Pertama) di galangan kapal di Korsel, November 2024, unit PLTN sampai lokasi 2027, target ijin operasi Bapeten 2029," terangnya.

Dia mengungkapkan bahwa linimasa yang ditargetkan dalam proses pembangunan PLTN dalam negeri ini masih didiskusikan lebih lanjut dengan pihak Bapeten.

Dia juga menjelaskan, pada dasarnya izin usaha pembangunan PLTN di Indonesia sudah ada ketentuannya, yakni berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No.5 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko. Di dalam PP ini disebutkan KBLI 43294 tentang instalasi nuklir.

Sumber Berita / Artikel Asli : CNBC Indonesia

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Ads Bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved