Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Isi Lengkap Curhat Ahok Soal Miris Kerja di BUMN

 

Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mencurahkan perasaannya soal miris kerja di BUMN sebagaimana dilakoninya saat ini.

Curhat itu ia sampaikan Ahok saat memberikan sambutan dalam groundbreaking Stasiun Pengisian Bahan Bakar Hidrogen (SPBH) pertama di Indonesia.

Ahok mengatakan kerja di BUMN kalaupun punya prestasi baik, belum tentu mendapatkan ucapan terima kasih. Sebaliknya, kalau salah sedikit; penjara pasti menanti para pegawai dan petinggi BUMN.

"Karena saya bisa mengerti, di BUMN, kadang-kadang di BUMN itu ya kita kerja baik belum tentu (mendapat) terima kasih, betul Bu Dirut (Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati)? Nanti kalau salah sedikit masuk penjara, dipanggil-panggil lagi. Jadi, akhirnya semua orang takut-takut," ucapnya di SPBG Jelambar, Jakarta Barat, Rabu (17/1).

Meski mendapatkan ancaman itu, Ahok mengatakan pihaknya tidak takut. Termasuk dalam memutuskan untuk membangun Stasiun Pengisian Bahan Bakar Hidrogen (SPBH) pertama di Indonesia.

Menurutnya, demi kebaikan dan negara, keputusan baik harus diambil.

"Akhirnya saya katakan, mari kita putuskan bersama. Ini (groundbreaking SPBH dan kerja sama dengan pabrikan mobil) adalah keputusan dewan komisaris dan direksi. Tentu kita bukan curang. Kalau korupsi saja bisa berjamaah, masa kita benar-benar untuk negara kita takut?" imbuh Ahok.

Pertamina hari ini melakukan groundbreaking Stasiun Pengisian Bahan Bakar Hidrogen (SPBH) pertama di Indonesia.

SPBH alias hydrogen refueling station (HRS) pertama ini berlokasi di Jelambar, Jakarta Barat. Selain menggarap proyek SPBH, Pertamina juga bekerja sama dengan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) untuk mengembangkan ekosistem hidrogen sebagai bahan bakar kendaraan di Indonesia.

Dirut Pertamina Nicke Widyawati mengatakan fasilitas pengisian bahan bakar hidrogen pertama milik mereka akan siap dalam 6 bulan ke depan dan bisa digunakan untuk umum.

Bahkan, Pertamina punya 17 titik sumber hidrogen di seluruh Indonesia untuk membangun SPBH lainnya.

"Ini perlu 6 bulan. Kita sudah tidak sabar pengin beli Mirai (mobil hidrogen pabrikan Toyota), bagus sekali loh. Bukan kurang dari 5 menit, kurang dari 3 menit (pengisian di SPBH) dan itu bisa 780 km. Jadi kalau cuma dari rumah ke kantor itu sebulan tidak ngisi-ngisi," tutur Nicke dalam sambutannya.

Ia merinci beberapa lokasi di Indonesia yang sumber hidrogennya dikuasai Pertamina, antara lain ada 4 di Sumatra, 4 di Jawa, 3 Kalimantan, 1 Nusa Tenggara, hingga 2 titik di Papua.

Nicke menegaskan Pertamina lah yang paling siap dalam ekosistem hidrogen di tanah air. Ini juga menjadi opsi untuk mendorong percepatan mewujudkan target net zero emission (NZE) di 2060.

"Infrastruktur kita sudah siap dan tinggal bangun HRS saja. Ayo kita buktikan kita bisa provide semua jenis fuel yang diperlukan mobil. Karena hari ini Pertamina lah yang support energi terbesar untuk sektor transportasi," jelasnya.

"Jadi, kita harus berikan pilhan banyak, mau kita isi biofuel biasa, electric vehicle (EV), hidrogen, kita siapkan semuanya. Nanti masyarakat yang akan tentukan. Tentu kita perlu regulasi untuk percepat ini (hidrogen)," tutup Nicke.

Sumber Berita / Artikel Asli : CNN Indonesia

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Ads Bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved