Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Gudang TNI Jadi Tempat Penimbunan Kendaraan Curian di Sidoarjo, Sudah Ekspor ke Timur Leste Sebanyak 3 Kali

 Gudang TNI Jadi Tempat Penimbunan Kendaraan Curian di Sidoarjo, Sudah Ekspor ke Timur Leste Sebanyak 3 Kali

Sebuah gudang TNI jadi temat penimbunan kendaraan curian di Siduarjo Jawa Timur.

Lokasi penimbunan kendaraan curian ini berhasil dibongkar oleh Reskrim Polda Metro Jaya dan Pomdam V/Brawijaya.

Adapun gudang penimbunan kendaraan curian tersebut merupakan Gudbalkir Pusziad Buduran Sidoarjo.

Sedangkan kendaraan tersebut setelah ditimbun di Gudbalkir Pusziad Buduran Sidoarjo kemudian akan di eksport ke Timur Leste. 

Diketahui bahwa pengiriman telah dilakukan sebanyak 3 kali dengan menggunakan konteiner, di mana dalam satu kontainer berisi empat kendaraan roda empat dan 20 kendaraan roda dua.

Menurut pihak Kapendam V/Brawijaya bahwa penimbunan sepeda motor ini melibatkan seorang sipil dan 2 anggota TNI.

Adapun inisial sipil yang terlibat berinisial EL dan 2 anggota TNI adalah Kopda AS dan Mayor P.

Dalam pengerebekan yang dilakukan pihak berwajib menemukan sebanyak 215 unit kendaraan roda dua dan 49 unit kendaraan roda empat.

Terlihat dari video yang beredar terdapat beberapa mobil pick up yang ditutupi dengan terpal, di mana terdapat beberapa sepeda motor yang tersusun rapi di atas baknya.

Penggunaan gudang tersebut telah dimulai sejak 2023 lalu di mana EL disebutkan menghubungi Kopda AS untuk menyiapkan tempat yang akan disewa sebagai gudang kendaraan. 

Atas permintaan tersebut, Kopda AS berkoordinasi dengan Mayor P yang kemudian diberikan tempat di Gudbalkir Pusziad Buduran Sidoarjo.

Sedangkan penggunaan gudang TNI menjadi lokasi penimbunan kendaraan curian ini berhasil dibongkar pada Kamis 4 Januari lalu.

Saat ini pihak Pomdam V/Brawijaya terus melakukan penyelidikan atas kasus ini, di mana 2 anggota TNI yang terlibat ditangani oleh Pomdam V/Brawijaya, sedangkan pihak sipil ditangani oleh Polda Metro Jaya dengan berkoordinasi dengan Polda Jawa Timur.

Kapendam V/Brawijaya mengungkapkan bahwa kasus ini merupakan tindakan oknum TNI dan TNI AD tidak akan memberikan dukungan pada anggotanya yang terlibat dalam dalam kasus ini.

Selain itu TNI Angkatan Darat (AD) juga akan mengambil tindakan tegas dan semua oknum yang terlibat akan ditindak serta diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

Sumber Berita / Artikel Asli : disway

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Ads Bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved