Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Dikritik Gegara Bikin Video 'Oke Gas' Dukung Prabowo-Gibran, Bobby Walkot Medan: Saya Bukan ASN

 

Wali Kota Medan Bobby Nasution memposting video joget gemoy ala capres 02 Prabowo Subianto di media sosial.

Ia mengakui memang itu bagian dari kampanye mendukung Prabowo-Gibran.

Di video tersebut, Bobby bersama Kahiyang Ayu kompak memakai kemeja biru. Lalu keduanya berjoget.

"Untuk joget di TikTok itu saya rasa juga kalau ditanya itu kampanye atau tidak, itu kampanye. Untuk kebutuhan kampanye," jelasnya saat ditemui di Hotel Madani, Kota Medan, pada Rabu (17/1).

Menantu Presiden Jokowi ini menegaskan hal tersebut merupakan haknya. Lagipula, kata Bobby, dia bukan ASN.

"Saya rasa teman-teman paham saya bukan ASN, beda. Saya bukan PNS, enggak kayak sebelah-sebelah saya (pejabat Pemko Medan)," kata Bobby.

"Mereka ini pensiunnya ada mungkin beberapa puluh tahun lagi. Saya tahun ini pensiun, jabatannya cuma 5 tahun. Dari 2021 tapi tahun ini saya selesai," sambungnya.

Bobby bilang, selagi dirinya bukan ASN, dia masih punya hak politik untuk menyatakan dukungan secara terang-terangan. Juga untuk berkampanye.

"Dan jabatan ini sebagai jabatan politis, tugas sebagai Wali kota Medan saya jalankan. Saya rasa saya jalankan," kata Bobby.

"Tentunya saya juga ada hak politik juga," ujar Bobby.

Lagu "Oke Gas" Resmi Jadi Lagu Kampanye Prabowo-Gibran

Tim Kampanye Nasional (TKN) menjadikan lagu "Oke Gas” ciptaan Richard Jersey menjadi lagu kampanye untuk Prabowo-Gibran. Lagu tersebut juga belakangan diasosiasikan dengan joget “gemoy” Prabowo.

Menurut Ketua TKN Prabowo-Gibran, Rosan Roeslani, lagu tersebut diciptakan Richard tiga tahun lalu, dan belakangan menjadi viral di media sosial. Lagi tersebut kemudian diubah liriknya untuk kebutuhan kampanye.

“Launching hari ini adalah launching dari lirik lagu Oke Gas yang baru, gitu ya, yang dibuat langsung oleh yang aslinya mas Richard Jersey,” kata Rosan kepada wartawan di kawasan Jakarta Selatan, Minggu (15/1).

Rosan menyebut awalnya TKN memang meminta kepada Richard agar lagu tersebut diizinkan digunakan untuk kampanye Prabowo-Gibran. Liriknya pun ada yang diubah dari lirik aslinya.

“Kita engage secara resmi untuk memakai lagu ini dan juga untuk merevisi liriknya karena kebetulan sekali beliau ini Mas Richard ini pendukung pak Prabowo jadi udah pas,” ucap Rosan.

“Jadi waktu kita bilang bisa dibuatkan lagu dengan lirik yang sesuai dengan kampanye kita, Mas Richard responsnya langsung sangat bersemangat karena disampaikan ‘saya pendukungnya Pak Prabowo’ ah yaudah pas cocok, jadi itu mulanya,” sambungnya.

Lebih lanjut, Wakil Ketua TKN, Akbar Buchari, yang secara langsung meminta izin lagu tersebut mengatakan bahwa lagu "Oke Gas" itu dapat menggaet pemilih muda yang menjadi pemilih terbanyak dalam Pemilu 2024.

“Justru ini yang kita tumbuh kembangkan, yang ada di daerah, mas Richard ini merepresentasikan anak muda yang ada di 38 provinsi di daerah. Jadi 52% anak-anak muda milenial dan Gen Z tak hanya di Jakarta,” kata Akbar.

Akbar juga menyebut, kalau Prabowo-Gibran menang, lagu dengan lirik yang menggunakan bahasa Manado itu akan dibawa ke tingkat internasional.

“Ini yang kita harapkan untuk tumbuh dan berkembangnya anak-anak muda di daerah bisa diberikan ruang-ruang yang sama,” ujar dia.

Sementara itu, Richard Jersey yang juga hadir pada acara tersebut merasa bersyukur lagunya bisa digunakan untuk kampanye Prabowo-Gibran.

Ia mengaku hanya membutuhkan waktu satu hari untuk mengubah lirik aslinya ke lirik yang baru.

“Untuk remake lagu ini berapa lamanya itu satu hari,” ungkapnya.

Sumber Berita / Artikel Asli : kumparan

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Ads Bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved