Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

[BREAKING NEWS] Tetangga RI Rusuh sampai Terjadi Penjarahan, Ada Apa?

Kerusuhan besar terjadi di Papua Nugini ketika warga melakukan demo besar-besaran di Port Moresby pada Rabu (10/1). Kerusuhan besar terjadi di Papua Nugini ketika warga melakukan demo besar-besaran di Port Moresby pada Rabu (10/1).
Sejumlah besar pertokoan pun dijarah bahkan dibakar dalam peristiwa itu. 

ABC Net melaporkan ratusan warga berdemonstrasi di gedung parlemen di Port Moresby usai terjadi eror dalam pembayaran gaji para pegawai negeri sipil (PNS).

Gaji PNS di Papua Nugini berkurang 300 Kina atau sekitar Rp1,2 juta dari yang semestinya. Badan perpajakan Papua Nugini beralasan ada eror dalam insiden itu. 

Warga yang terdampak pun ramai-ramai berunjuk rasa. Demonstrasi itu mulanya berjalan damai dengan pengawalan polisi. Namun mendadak berujung rusuh hingga terjadi aksi perampokan. 

"Layanan ambulans telah menerima sejumlah besar panggilan darurat di distrik ibu kota terkait insiden pembakaran dan orang-orang yang terluka akibat kerusuhan," demikian keterangan St John Ambulance, seperti dikutip ABC Net.

Dalam sebuah pernyataan, Perdana Menteri Papua Nugini James Marape mengatakan kabinet nasional negara itu telah meminta personel pertahanan untuk membantu polisi memulihkan ketertiban. 

"Saya mengimbau warga untuk melindungi kota kita. Keluhan polisi dan pegawai negeri sedang ditangani, serta gaji yang kurang bakal dibayarkan pada pembayaran selanjutnya," kata Marape.

Sebuah pusat perbelanjaan besar di pusat kota terlihat dibakar oleh para perusuh.

Beberapa video yang beredar di media sosial memperlihatkan banyak toko di Port Moresby dijarah dan dibakar.

Salah satu bisnis yang terkena dampak adalah milik Alam Bhuiyan, pengungsi Bangladesh yang kini tinggal di Port Moresby. Dia mengatakan supermarketnya di pinggiran Tokarara digeruduk dan dicuri. 

Menurut Bhuiyan, aksi penjarahan itu terjadi ketika jumlah polisi yang mengawal protes berkurang.

"Toko saya kosong. Tidak ada apa pun di sana. Saya tidak punya satu sen pun," kata Bhuiyan.

Pemimpin Oposisi Papua Nugini, Joseph Lelang, mengatakan kerusuhan dan protes di negara itu merupakan tanda bahwa warga sangat menderita secara ekonomi.

"Angka pengangguran sangat sangat tinggi," kata Lelang.

"Saya pikir pemerintah mungkin telah meremehkan kesulitan ekonomi dan kesulitan yang dihadapi rakyat kita di sini," lanjut dia.

Lelang mengatakan inflasi di Papua Nugini belakangan telah meningkat signifikan. Kendati begitu, tak ada kenaikan upah riil yang sesuai. Dia pun menilai protes dan kerusuhan ini merupakan satu-satunya cara warga menyuarakan rasa frustasi mereka akan kondisi negara.

"Ini situasi yang sangat menyedihkan," ucapnya.

Sumber Berita / Artikel Asli : CNN Indonesia

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Ads Bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved