Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

[BREAKING NEWS] Dugaan Korupsi di Kemnaker Era Cak Imin Rugikan Negara Rp 17, 6 Miliar, KPK Segera Panggil Para Tersangka

 

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyerahkan laporan hasil pemeriksaan penghitungan kerugian negara (LHP PKN), pengadaan sistem proteksi tenaga kerja Indonesia (TKI) pada Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja Kemnaker tahun anggaran 2012 ke KPK.

Berdasarkan hasil penghitungan BPK, pengadaan proyek tersebut mengakibatkan negara rugi Rp 17.682.445.455 atau Rp 17,6 miliar.

"BPK menyimpulkan adanya penyimpangan-penyimpangan berindikasi tindak pidana yang dilakukan oleh pihak-pihak terkait dalam proses perencanaan pengadaan, pemilihan penyedia, pelaksanaan dan pembayaran hasil pekerjaan yang mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp17.682.445.455," tulis BPK di laman resminya, Jumat (19/1/2024).

Sebagaimana diketahui, kasus korupsi pengadaan sitem proteksi TKI masih dalam proses penyidik di KPK. Selain itu juga sudah menetapkan sejumlah tersangka.

Menanggapi hasil laporan BPK tersebut, Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri menyebut pihaknya akan segera memanggil para tersangka dalam perkara ini.

"Perkara di Kementrian Tenaga kerja, segera kami akan jdwalkan pemanggilan tersangka. Akan diinformasikan lebih lanjut mengenai waktunya," ujar Ali.

Adapun salah satu tersangka dalam kasus ini yakni mantan Dirjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kemnaker, Reyna Usman.

Reyna belakangan diketahui merupakan wakil ketua Dewan Perwakilan Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (DPW PKB) Bali.

Dugaan korupsi ini terjadi pada 2012, ketika Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menjabat sebagai Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi pada periode 2009-2014. Cak Imin juga sudah pernah diperiksa oleh KPK.

Kasus korupsi di Kemnaker berupa pengadaan perangkat lunak atau software sistem, serta komputer untuk perlindungan tenaga kerja Indonesia (TKI). Akibatnya, sistem tersebut tidak dapat berfungsi, komputernya hanya bisa digunakan untuk mengetik.

Kuncinya Pada Dua Tersangka

Kasus Korupsi di Kementrian Tenaga Kerja (Kemnaker) Era Cak Imin harus dituntaskan, namun kuncinya ada pada dua tersangka.

Yakni Sekretaris Badan Perencanaan dan Pengembangan Kemenakertrans I Nyoman Darmanta dan Reyna Usman yang saat itu menjabat sebagai Dirjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

"KPK harus menyeret semua yang terlibat, tidak terkecuali Muhaimin Iskandar kalau ada bukti keterlibatannya," kata Pengamat hukum Edi Hardum, Jumat,( 08/09/ 2023).

Menurut Edi, harusnya dua orang yang telah ditetapkan tersangka membuka semuanya, siapa saja yang terlibat dalam kasus tindak pidana korupsi tersebut.

"Oleh karena itu saya meminta Pak Nyoman dan Ibu Reyna membuka semuanya. Saya juga meminta KPK agar mengusut tuntas," ujarnya.

Edi Hardum juga meminta KPK agar tidak terpengaruh dengan tekanan politik dalam mengusut dan menyeret semua yang terlibat dalam kasus tersebut.

“Sekali pun Cak Imin sudah jadi Capres jangan terpengaruh. Jangan sampai stop pada dua orang itu," tegasnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar diperiksa oleh penyidik KPK sebagai saksi sekitar 5 jam, Kamis, 7 September 2023.

Cak Imin diperiksa oleh penyidik sebagai saksi dari kasus tersebut. Ia mengaku telah menjelaskan apa yang diketahuinya terkait dengan kasus dimaksud.

"Hari ini saya membantu KPK untuk menuntaskan penyelesaian kasus korupsi di Kementerian Ketenagakerjaan dan Transmigrasi tahun 2012.

Dalam hal ini ada program perlindungan TKI di luar negeri, proteksi sistem perlindungan TKI di luar negeri," kata Cak Imin.

Dugaan korupsi dalam kasus tersebut berkaitan dengan pengadaan perangkat lunak atau software proteksi TKI di luar negeri.

KPK menduga software tersebut dibeli dengan uang negara, namun tidak berfungsi. Nilai kontrak pengadaannya disebut mencapai Rp 20 miliar.

KPK mengungkapkan dugaan rasuah pengadaan sistem proteksi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Kemenakertrans terjadi pada 2012.

Kasus itu diduga terjadi saat Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menjabat sebagai menakertrans periode 2009-2014.

Sampai saat ini terkait kasus tersebut KPK telah menetapkan dua tersangka yakni Sekretaris Badan Perencanaan dan Pengembangan Kemenakertrans I Nyoman Darmanta.

Dan Reyna Usman yang saat itu menjabat sebagai Dirjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi, serta pihak swasta bernama Karunia.

Sumber Berita / Artikel Asli : Suara

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Ads Bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved