Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Begini Kata Faisal Basri Soal Program Prabowo-Gibran Bagi-Bagi Susu dan Makan Siang Gratis

  Begini Kata Faisal Basri Soal Program Prabowo-Gibran Bagi-Bagi Susu dan Makan Siang Gratis

Ekonom senior Universitas Indonesia Faisal Basri menanggapi kebijakan paslon nomor urut 02, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka atau Prabowo-Gibran, yang mengusung program perbaikan gizi dengan membagikan susu dan makan siang gratis.

Faisal Basri menyampaikan hal itu saat berbincang dengan mantan Ketua KPK Abraham Samad melalui channel YouTube Abraham Samad Speak Up.

“Yang ada sekarang saya lihat (program-program capres-cawapres) adalah daftar keinginan. Jadi misalnya memberi makan seluruh anak sekolah makan gratis, susu gratis, itu kan otak yang sentralistik,” ujar Faisal Basri, dikutip Jumat, 5 Januari 2024.

Menurutnya, sebaik-baiknya bantuan kepada orang miskin adalah dengan memberikan uang. 

“Sehingga mereka yang suka sayur asem, ya, mereka masak sayur asem, ada yang suka rendang, ya, masak rendang,” tuturnya.

Faisal Basri menuturkan sebuah skenario yang tidak bisa dibayangkan, apabila kader partai nantinya akan menjadi vendor penyedia makan siang gratis tersebut.

“Enggak bisa dibayangkan apa yang terjadi kalau makannya itu, nanti orang-orang partai yang menjadi katering-katering, muncul lagi jadi vendornya, semua sama menunya,” kata dia.

Langkah yang seharusnya dilakukan, kata Faisal Basri, adalah menaikkan daya beli.

Prabowo membantah bahwa program tersebut sebagai bisnis yang menggiurkan. 

Program prioritas tersebut, kata Prabowo, harus dijalankan agar bisa menghapus stunting dan menciptakan generasi penerus yang bergizi baik dan bangsa yang produktif.

"Ini bukan soal menggiurkan, ini soal kita. Ini soal necessity. Ini soal masa depan bangsa," kata Prabowo, Kamis, 4 Januari 2024.

Apalagi, kata Prabowo, skor Indonesia cukup rendah untuk akademik di tingkat dunia, yang salah satunya diukur dalam peringkat PISA (Programme for International Student Assessment).

"Kalau sekarang periksa angka-angka akademis anak-anak kita yang diukur oleh PISA, mungkin kita sedih. Saya dengar, nanti tolong dicek, dalam 1.000 universitas terbaik di dunia, tidak tahu ada universitas (dari) Indonesia masuk atau tidak," ucapnya.

Sumber Berita / Artikel Asli : tempo

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Ads Bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved