Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Analisis Kritis Rocky Gerung ke Jokowi: Sang Pemimpi Yang Gagal Cerdaskan Bangsa!

Pengamat Politik Rocky Gerung, kritik pedas dilontarkan terhadap Presiden Jokowi terkait rasio pendidikan S2 dan S3 yang rendah menjelang akhir masa jabatannya.

Dalam kanal YouTube resmi Rocky Gerung menyoroti bahwa selama 9 tahun, Jokowi tampaknya fokus pada proyek infrastruktur dan IKN tanpa memenuhi tugas konstitusionalnya untuk cerdaskan bangsa.

"Jokowi lelap dalam mimpi, enggak jelas mimpi apa yang membuatnya lupa memperbaiki kualitas pendidikan kita," ujar Rocky.

"Mengapa Indonesia masih gagal di semua bidang Jokowi enggan sisihkan 20-25% untuk pendidikan, sebagaimana konstitusi menuntut.

Rocky Gerung juga mengkritik kurangnya investasi dalam pendidikan, mengingat Vietnam mengalokasikan 20-25% APBN untuk pendidikan dengan hasil yang lebih unggul.

Rocky Gerung menuduh Jokowi sengaja mengabaikan pendidikan agar masyarakat tidak cerdas dan mudah dipengaruhi.

"Jokowi gagal memenuhi perintah konstitusi untuk cerdaskan kehidupan bangsa," tegasnya.

Mengenai proyek IKN, Gerung menyoroti klaim investasi asing yang disaring, mengungkap ketidakkonsistenan pernyataan Jokowi.

Rocky Gerung menyimpulkan bahwa Jokowi terjebak dalam euforia dan arogansi, mengabaikan pentingnya pertengkaran intelektual yang dulu mewarnai era Bung Karno.

"Jokowi punya kapasitas membangun infrastruktur, tapi tidak sebagai katalisator perdebatan intelektual," kata Rocky.

Rocky Gerung menyinggung IQ nasional yang disebutnya turun hingga 78%.

"Jokowi membiarkan rakyat tak cerdas, mudah disogok dengan BLT," tandasnya.

Dia juga merinci kegagalan investasi asing di IKN, menyatakan nol investor yang masuk.

Rocky Gerung kemudian menyindir rencana politik Jokowi, menyebutnya sebagai upaya mempertahankan kekuasaan keluarga.

"Jangan sampai 30 tahun ke depan masih rezim Jokowi, orang dilarang cerdas karena cerdas pasti beroposisi," tegasnya.

Rocky Gerung mempertanyakan kenapa Jokowi terkejut dengan rendahnya rasio pendidikan saat masa jabatannya hampir berakhir.

"Jokowi baru sadar karena kurangnya kapasitas untuk memprovokasi perdebatan intelektual selama kepemimpinannya,"

Sumber Berita / Artikel Asli : viva

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Ads Bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved