Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

4 Deretan Kontroversi Presiden Jokowi di Tengah Pilpres 2024

 4 Deretan Kontroversi Presiden Jokowi di Tengah Pilpres 2024

Presiden Jokowi menjadi pusat perhatian publik dengan beragam kontroversi di tengah Pilpres 2024 yang menunjukan sikap tidak netral.

Salah satu kontroversi Jokowi dengan mencalonkan anak sulungnya, Gibran Rakabuming dalam Pilpres 2024, membawa citra negatif terhadap dirinya di detik-detik terakhir menjabat sebagai Presiden RI.

Dengan terang-terangan, kontroversi Presiden Jokowi di tengah Pilpres 2024 diperlihatkan kepada publik hingga menjadi sorotan salah satu media asing, New York Times tentang politik dinasti.

Inilah deretan kontroversi Presiden Jokowi di tengah Pilpres 2024, sebagaimana dirangkum dari berbagai sumber berikut.

1. Makan malam bersama Prabowo

Dalam sebuah video yang beredar terlihat secara terang-terangan pertemuan antara Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto, Menhan sekaligus capres 02.

Dikutip dari akun media sosial X @CNNIndonesia pada Rabu, 10 Januari 2024, disebutkan pada keterangan video pertemuan Jokowi dan Prabowo berlangsung pada Jumat, 5 Januari 2024 yang dilaksanakan di kawasan Menteng.

Beberapa netizen yang berkomentar dengan menduga pembahasan yang mengarah pada Pilpres 2024.

"Yakin mereka tidak sedang membahas negara, tapi bicara tentang strategi pemenangan 02," tulis akun @oma*****.

"Katanya netral..panik ya?" komentar @Zam*****. 

Salah satu netizen juga berpendapat bahwa pertemuan terjadi karena adanya konflik kepentingan.

"Seharusnya seorang Menteri yang nyalon harus mengundurkan diri begitu juga seorang Presiden yang anggota keluarganya nyalon harus mundur dari Presiden karena timbul conflict of interest dan ada kemungkinan penyalahgunaan kekuasaan," komentar @muh*****.

2. Sarapan bersama Airlangga Hartarto

Dalam sebuah foto yang beredar, terlihat kebersamaan Jokowi dengan Ketum Golkar, Airlangga Hartanto yang melakukan sarapan bersama sambil membahas Pilpres 2024, sebagaimana dikutip dari akun media sosial X @kompas.com.

Postingan ini menarik beragam komentar dari netizen.

“Pak Jokowi, sekali-kali makan malam juga sama Pak Anies Baswedan juga sama Pak Ganjar Pranowo, gak usah grogi," komentar @tan*****.

"Baru pemilu 2024 pecah rekor. Ketum-ketum parpol besar tunduk dengan presiden," tulis akun @adi*****.

3. Berkomentar terhadap debat capres

Dalam wawancara pada Rabu, 10 Januari 2024 yang dikutip dari kanal YouTube Kompas TV, Jokowi memberikan pandangannya mengenai debat capres ketiga mengenai Anies yang menyinggung lahan tanah Prabowo dan Ganjar yang menanyakan tentang indeks pertahanan negara yang turun.

"Saya melihat subtansi dari visinya malah tidak kelihatan, yang kelihatan justru saling menyerang, sebetulnya gak apa, asal kebijakan," ujar Jokowi.

"Kalau sudah menyerang personal, kurang memberikan pendidikan. Sehingga debatnya perlu diformat lebih baik lagi," tuturnya. 

Ketua KPU, Hasyim Asy'ari, merespons usulan Jokowi bahwa tidak akan ada perubahan format pada debat capres 2024.

"Bentuk debatnya sudah disepakati, karena kalau diubah nanti jadi pertanyaan," ujar Hasyim.

Bukan hanya kompak menyerang Prabowo di debat capres, Anies dan Ganjar juga kompak menjawab bahwa pertanyaan yang diajukan mengarah pada kebijakan.

"Malah aneh kalau dipandang sebagai personal, ini sama sekali gak ada personal, semua tentang kebijakan. Saya malah ikut terkejut, kok Pak Presiden ikut berkomentar soal debat ya," pungkas Anies.

"Saya tidak menyerang personal, saya menyerang program," ungkap Ganjar.

4. Politik dinasti

Pilpres 2024 kembali disoroti media asing New York Times yang mengangkat isu tentang politik dinasti.

Dikutip dari website New York Times, terdapat judul artikel yang diterjemahkan "Anak Presiden dalam Skema Pemilu Indonesia. Apakah ini Demokrasi atau Dinasti?."

Artikel ini membahas mengenai proses Gibran dalam pencalonan sebagai cawapres 2024 yang dibantu oleh Jokowi yaitu ayah sekaligus Presiden RI dan Anwar Usman paman yang menjabat sebagai ketua MK.

Dikutip dari akun media sosial X @Mdy_Asmara1701, diunggah foto koran The New York Times International edisi Minggu, 7 Januari 2024 menulis judul berita yang diterjemahkan, "Bagi Presiden Indonesia, masa jabatannya sudah berakhir, tapi dinasti sedang dimulai."

Sikap kontroversi Jokowi yang tidak netral dalam Pilpres 2024 dan perannya dalam memicu politik dinasti berpotensi menciptakan citra negatif pada akhir masa jabatannya sebagai Presiden RI selama dua periode.

Sumber Berita / Artikel Asli : hops

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Ads Bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved