Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Ribut Luhut vs Adian Sampai Ada Ancaman, Edhy Mulyadi: Ini Mengkonfirmasi Jenderal Satu Ini Memang...




 Kolumnis Edhy Mulyadi mengomentari peristiwa percekcokan antara Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan dengan politisi PDIP Adian Napitupulu.

Diketahui cekcok panas antara Luhut dan Adian dibocorkan oleh politisi senior PDIP Panda Nababan.

Dia bahkan harus menggebrak meja keras-keras dua kali agar cekcok keduanya bisa berhenti.

Kata Panda, Luhut kesal karena Adian dianggap selalu bawa masalah ke Istana. Padahal Luhut menginginkannya turut membantu Jokowi dalam setiap persoalan yang ada.

Luhut ketika itu bahkan mengancam-ancam 'biasa menghabisi orang' dan terus ditantang-tantang oleh Adian eks pentolan Forkot itu.

Menurut Edhy, sikap Luhut yang mengancam akan menghabisi Adian seolah mengonfirmasi bagaimana watak dari sang jenderal.

Hal ini seolah seperti apa yang muncul dalam sejumlah pemberitaan mengenai dirinya.

"Aku biasa ngehabisin orang. Ini kan mengkonfirmasi bahwa jenderal yang satu ini memang...uh. Saya enggak berani lagi meneruskan kalimatnya," kata Edhy dari Forum News Network ini, disitat di saluran Youtubenya @BangEdyChannel, Jumat 2 Juni 2023.

Kata Edhy, kalimat 'Saya biasa habisin orang' barangkali menjadi pesan bagi pihak-pihak yang selalu berseberangan dengan kekuasaan dan rajin menyampaikan kritik dan masukannya untuk lebih berhati-hati.

"Apalagi kalau lihat gayanya. Sedikit-sedikit Luhut kalau ada yang kritik selalu bilang 'Kalau enggak ngerti suruh datang ke sini, biar aku kasih data ke mukanya'." 

"Ini kan kalimat-kalimat yang bukan sungguh pelayan rakyat. Masa kalau dikritik marah, suruh datang ke kantor dan disodorkan data ke mukanya," ujar Edhy.

Sikap Luhut selama ini tentu dikeluhkan banyak publik. Sebab Edhy menilai sikap seperti itu tidak menggambarkan seorang pejabat publik.

"Anda itu bukan jenderal lagi. Anda itu menteri, kalau jenderal mungkin bisa ngomong begitu ke bawahannya, dan bawahannya akan nurut patuh. Anda sekarang ngomong ke rakyat. Setinggi apapun pejabat publik itu adalah abdi rakyat," katanya.

Sebab pejabat publik diangkat, dilantik dan disumpah dianggap memang untuk melayani rakyat.

Dia pun berharap agar para pejabat juga bisa menghindari adanya benturan jabatan dengan bisnisnya. Andaipun ada pihak-pihak yang mengkritik, lanjut dia, tak patut untuk dimarahi.

Bagi Edhy sikap cekcok antara Luhut dan Adian menarik untuk dicermati. Apalagi ini bukan gosip semata lantaran sudah dikonfirmasi dua pelaku utamanya yakni Panda Nababan dan Adian Napitupulu.

Keributan antara Luhut dan Adian tentu menggambarkan bagaimana kondisi di sekitar Jokowi sebenarnya.

"Ini menggambarkan bagaimana orang-orang di sekitar jokowi sendiri tidak solid, masing-masing punya kepentingan," katanya.

Sebagaimana diketahui, Belum lama ini Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan dan politisi PDIP Adian Napitupulu rupanya terlibat pertengkaran panas.

Pertengkaran Luhut dan Adian diungkap oleh politisi senior PDIP Panda Nababan. Panda mengungkap itu dalam podcast Total Politik.

Belakangan podcast tersebut mengonfirmasi isu pertengkaran dengan Luhut ke Adian langsung. Hingga akhirnya Adian mengakuinya dalam podcast yang tayang pada Minggu 28 Mei 2023. 

Diketahui sebelumnya Panda Nababan bercerita soal pertemuan mereka bertiga. Sampai kemudian muncul topik yang membuat keduanya bersitegang. Cekcok antara Luhut dan Adian kemudian diceritakan lengkap oleh Panda Nababan.

Isi Percakapan Ribut Luhut vs Adian

Menurut Panda, awalnya Luhut menegur Adian dan Panda yang dinilai kerap membebani Presiden Jokowi dengan masalah.

Menurut dia, seharusnya Presiden justru lebih sering dibantu, dan bukan ditambah dengan berbagai masalah baru.

Berikut percakapan antara Luhut, Adian yang diceritakan oleh Panda Nababan, disitat redaksi, Senin 29 Mei 2023.

"Kalian berdua kalau ketemu presiden, jangan kasih pikiran-pikiran beratlah, bikin persoalan," kata Luhut.

"Soal apa?" jawab Adian

"Ya kalau ketemu presiden tuh kita harus membantu menyelesaikan persoalan, bukan membawa persoalan," kata Luhut lagi.

"Ah, enggak pernah aku," kata Adian.

"Kau dengar dong aku ngomong, kau aku nasehati," kata Luhut. 

"Enggak lah, enggak perlu aku dinasehati," ujar Adian.

"Eh, kamu jangan ngelawan-ngelawan aku ya?" tegas Luhut.

"Aku sudah biasa ngabisin orang," kata Luhut lagi.

"Memang kenapa rupanya? Mau habisi aku? Aku juga biasa diancam dengan kematian," kata Adian menjawab sejadinya.

Saat keduanya terlibat percekcokan panas, Panda Nababan kemudian langsung melerainya. Kata Panda, keduanya langsung ditegur olehnya agar pertengkaran itu diselesaikan.

"Eh ngapain kalian berdua ribut. Aku bilang begitu," kata Panda.

Adian Kini Merasa Dijauhkan dengan Jokowi

Percekcokan dengan Luhut kemudian diakui oleh Adian. adian lantas menceritakan akar masalah mengapa dia bisa dianggap kerap membawa problem ke Jokowi.

"Bagaimana ya, dia bilang bahwa kita itu sering membawa masalah buatpresiden. Kita kan intens bertemu per 3 bulan, per 4 bulan, ketemu, dan memang kita selalu bawa masalah, seperti tanah rakyat dan lain sebagainya," kata Adian.

Adian juga mengaku kerap mengangkat masalah soal tahanan politik dan narapidana politik Papua, termasuk soal nasib tanah-tanah yang dikuasai keluarga Soeharto.

Hal itulah yang kemudian oleh Luhut dianggap membawa masalah bagi Presiden Jokowi. 

"Lalu maksud Abang saya harus bawa apa? Bawa perempuan, bawa duit atau apa gitu?" jawab Adian sejadinya.

"Saya memilih Presiden Jokowi menjadi presiden karena percaya dia mampu menyelesaikan masalah. Kalau dia sudah terpilih yang harus kita bawa adalah masalah-masalah," ujarnya.

Sebab Presiden Jokowi, kata Adian dipilih bukan untuk menikmati kursi empuk, kekuasaan, kemegahan istana, akan tetapi untuk menyelesaikan seluruh masalah-masalah bangsa.

"Ya mungkin dia marah, jadi kita bertengkar, berdebat segala macam dan dia orangnya memang begitu kan. Kita juga tidak bisa dong kemudian digertak-gertak seperti itu," kata Adian.

Ketika kejadian, Adian bilang Luhut masih sangat hormat dengan Panda Nababan. Sehingga dia menghentikan pertengkarannya.

Akan tetapi, Adian merasa, pasca pertengkaran itu, dirinya seolah dibuat merasa jauh dengan pihak Istana.

Sebab terakhir Adian bertemu Jokowi pada Juli 2022. Padahal sebelumnya dia selalu bertemu intens tiap tiga bulan sekali.

"Sejak saat itu memang sepertinya saya seperti kayak diblok dari lingkaran Istana. Sebab terakhir ketemu Pak Jokowi itu Juli tahun lalu."

Walau begitu, Adian bilang tak merasa dirugikan. Sebab pihak-pihak yang merasa terganggu adalah orang-orang di sekitar Jokowi.

"Saya tidak dirugikan, orang saya tidak bergantung apapun pada presiden, tidak pernah minta apapun, tidak pernah minta proyek, tidak pernah minta uang, tidak pernah minta segala macam."

"Tapi mungkin ya orang disekeliling beliau masa terganggu saja kan. Kenapa terganggu? Ya mungkin saya tidak dianggap membawa rezeki."

Sumber Berita / Artikel Asli : Poskota

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Ads Bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved