Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Plak! Luhut Tutup Buku Catatan Usai Diprotes Keras Tim Haris Azhar




 Persidangan kasus pencemaran nama Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur (Jaktim) diwarnai perdebatan antara Majelis hakim dan penasihat hukum Haris Azhar dan Fatia Maulidyanti.

Hal itu diawali dari penasihat hukum yang menyela pertanyaan dan jawaban yang diberikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) kepasa Luhut terkait pelaporan terhadap Haris-Fatia.

"Apakah saudara (Luhut) pernah melaporkan haris dan fatia?" ujar JPU.

Luhut lantas mengakui pernah mengenal Haris Azhar. Ia mengatakan sudah meminta Haris untuk memohon maaf kepadanya atas konten Youtube berjudul "Ada Lord Luhut di Balik Relasi Ekonomi-Ops Militer Intan Jaya!! Jenderal BIN juga Ada!".

"Ya saya sudah kenal saudara Haris Azhar lama sekali dan saya minta diselesaikan baik-baik waktu itu kepada anak buah dan lawyer saya saudara jenifer, itu saja," ucapnya.

Tiba-tiba penasihat hukum Haris-Fatia menyela tanya jawab tersebut. Dia menyela lantaran Luhut membawa kertas cacatan dan membacakannya di ruang sidang.

"Izin yang mulia, izin yang mulia. Berdasarkan apa yang dialami saudara saksi, saya ingatkan agar saudara saksi meninggalkan catatannya yang mulia," ucapnya.

Majelis Hakim lantas mengingatkan penasihat hukum Haris-Fatia untuk tak menyela tanya jawab antara JPU dengan Luhut.

Menurutnya, ada kesempatan bagi penasihat hukum untuk bertanya di kesempatan selanjutnya.

"Saudara jangan menyela dulu, sebentar ini masih bertanya, nanti diberi kesempatan. Tolong jaga ketertiban persidangan ini. Kalau sudara mengganggu persidangan, saudara di luar saja," tegasnya.

Penasihat hukum Haris-Fatia lantas menjelaskan bahwa Luhut merupakan seseorang yang turut diperiksa dalam kasus tersebut.

Oleh karena itu, menurutnya, Luhut tak boleh membaca catatan dalam persidangan.

"Ini penting saudara jaksa dan hakim karena saksi juga diperiksa. Bagaimana mungkin pemeriksaan dilakukan dengan saksi yang membawa catatan?" ucapnya.

Hakim lantas mengambil palu sidang dan meminta penasihat hukum untuk berhenti berbicara.

Dia lantas mempersilahkan JPU dan Luhut untuk melanjutkan tanya jawab.

"Stop stop stop stop (penasihat hukum Haris-Fatia). Silakan lanjut (JPU-Luhut)," ucapnya.

Perdebatan panas tersebut lantas memancing Luhut untuk menutup catatan yang dia bawa dan bacakan di ruang sidang.

Sambil menoleh ke arah penasihat hukum, Luhut bersedia menutup catatannya.

"Saya tutup!" tegas Luhut sambil mengeluarkan suara keras dari kertas yang ditutupnya.

"Plak!" demikian bunyi suara yang terdengar saat Luhut menutup catatannya.

Setelah itu, penasihat hukum Haris-Fatia pun berterima kasih atas Luhut yang bersedia menutup catatan.

"Terima kasih saksi," ujarnya.

Sidang Kesaksian Luhut Diwarnai Cekcok Hakim Vs Haris soal Jatah Kursi

Sidang lanjutan Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti kasus pencemaran nama Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur (Jaktim) diwarnai kericuhan.

Hal itu diawali oleh Majelis Hakim Jaktim yang protes lantaran penasihat hukum (PH) Haris Azhar dan Fatia Maulidyanti melebihi kapasitas kursi di PN Jaktim.

"Ini penasihat hukumnya saudara Haris dan Fatia ada beda enggak di sini? Sama kan?" ujar Majelis Hakim, Kamis (8/6).

Haris lantas menyanggah. Menurutnya, tim advokasi tersebut memiliki tugas masing-masing untuk memahami berkas persidangan.

"Izin majelis, sama. Akan tetapi kan untuk pemeriksaan memahami berkasnya masing-masing itu ada job-nya," tuturnya.

Menurut Majelis Hakim, kapasitas ruang sidang tak memungkinkan. Ia mengatakan sejak awal ruang sidang hanya memperbolehkan penasihat hukum Haris-Fatia sejumlah 12 orang.

"Sudah, karena kapasitas tak memungkinkan. Kami sudah sampaikan dari awal. Kan sudah terwakilkan, semua ini tim," kata dia.

Haris lantas bersuara kembali. Ia mengeluhkan sikap majelis hakim tersebut yang lebih mementingkan kapasitas kursi dari pada haknya untuk dibela.

"Majelis, hak saya untuk dibela masa enggak lebih penting dari pada ketersediaan kursi di pengadilan? Kan lucu. Saya warga negara. Nol koma nol nol sekian pajak saya itu dipakai pengadilan ini," tegasnya.

Majelis Hakim lantas membalas. Ia tak ingin persidangan tersebut berlarut-larut. Oleh sebab itu, dia meminta penasihat hukum Haris-Fatia dikurangi segera agar persidangan bisa dimulai.

"Kami tidak ingin berlarut-larut persidangan ini. Saudara jangan terlalu banyak (pengacara), kami sudah catat ini saudara-saudara," ucapnya.

Penasihat hukum Haris-Fatia lantas angkat suara. Dirinya meminta majelis hakim tak mempermasalahkan urusan teknis yang seharusnya tak berkaitan dengan keharusan dalam persidangan.

"Kami mohon, kami hanya butuh 5 kursi untuk rekan kami. Itu akan efisien memulai persidangan kalau itu dilengkapi pengadilan," kata penasihat hukum Haris-Fatia.

Menurut Majelis Hakim, sejak awal pihaknya hanya menyediakan 24 kursi untuk jaksa penuntut umum dan tim penasihat hukum Haris-Fatia. Ia mengaku tak bisa menyediakan lebih banyak kursi.

"Seperti yang awal saya sampaikan ya, bahwa dari awal kapasitasnya antara JPU dengan saudara ada 12 personel. Jadi kami tidak mungkin menyediakan fasilitas lebih dari ini, cukup ya," kata hakim.

Penasihat hukum Haris-Faria lantas meminta Majelis Hakim membacakan soal tata tertib yang dilanggar tim. Menurutnya, hal tersebut tidak berkaitan dengan persidangan yang akan berlangsung.

"Tolong dibacakan tata tertib mana yang dilanggar dengan memenuhi advokat dengan menghadirkan di ruang sidang? Mohon dibacakan tatib yang mana? Adakah di tatib maksimal 12 pengacara yang duduk di ruang hukum?" salah salah seorang pengacara.

Dia memohon untuk tetap berada di ruang sidang apabila tak ada ketentuan tersebut. Selain itu, penasihat hukum Haris-Fatia juga meminta majelis hakim menegakkan undang-undang.

"Mohon tegakkan undang-undang. Ini mandat dan disaksikan seluruh dunia karena ditayangkan, jadi jangan sampai marwah ini hancur di depan pubik dan dunia," tuturnya.

Para penasihat hukum Haris-Fatia lantas menawarkan solusi dengan berdiri sambil mengawal kasus tersebut apabila kapasitas kursi menjadi permasalahan.

"Yang dibatasi kursinya atau kuasa hukumnya? Kalau yang dibatasi kursinya kami bersedia berdiri," ucapnya.

Meski demikian, majelis hakim tetap meminta para penasihat hukum Haris-Fatia untuk keluar agar persidangan bisa dimulai.

"Silahan saudara keluar dulu. Kalau ini enggak selesai kapan mulainya?" tegas Majelis Hakim.

Sumber Berita / Artikel Asli : CNN Indonesia

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Ads Bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved