Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Kacau! Kereta Cepat Jakarta-Bandung Terancam Gagal Beroperasi Agustus Mendatang, Alasannya Terbongkar


 Kereta Cepat Jakarta-Bandung terancam gagal memulai operasionalnya pada Agustus 2023 mendatang.

Melansir dari Reuters, sebuah laporan mengungkapkan bahwa Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan tiga konsultan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung akan menunda pengoperasian yang seharusnya dilakukan pada hari peringatan kemerdekaan Indonesia tersebut.

Konsorsium Tiongkok menginkan agar pengoperasian penuh kereta cepat agar bisa berjalan pada Agustus 2023 walaupun masih ada beberapa stasiun yang pembangunannya masih belum selesai.

Sementara itu, Kemenhub bersama tiga konsultan lainnya memprediksi bahwa Kereta Cepat Jakarta-Bandung baru bisa beroperasi paling tidak pada Januari 2024.

PT WIKA yang melakukan pekerjaan konstruksi mengatakan saat ini pihaknya bisa menyelesaikan pekerjaan yang tersisa, tetapi mereka butuh konsorsium untuk membayar pekerjaan yang telah selesai sebelumnya.

Untuk penyelesaian proyek, PT WIKA diperkirakan membutuhkan dana sekitar Rp5,6 triliun.

Saat ini, pemerintah Indonesia sedang bernegosiasi terkait tambahan pinjaman sebesar $560 juta dollar AS dengan suku bunga 2,8%, lebih rendah dari yang ditawarkan China Development Bank (CDB) sebesar 3,46%.

Pihak Kementerian Investasi mengatakan bahwa negosiasi hutang sampai saat ini masih berlangsung. Diprediksi pengerjaan seluruh stasiun akan selesai di akhir November.

Proyek pengerjaan Kereta Cepat Jakarta-Bandung awalnya diprediksi akan selesai pada 2019, tetapi harus tertunda akibat masalah pembebasan lahan, dampak ekonomi pembangunannya, dan pandemi Covid-19.

Akibatnya, biaya pembangunan pun meningkat hingga mencapai angka Rp17,8 triliun.

Selain itu, PT. KCIC mengungkapkan bahwa Kereta Cepat Jakarta-Bandung ini baru akan balik modal setelah 40 tahun, dua kali lebih lama dari perkiraan awal.

Tiket satu arah yang dipatok dengan harga Rp350ribu sendiri dinilai terlalu mahal bagi masyarakat Indonesia. Dimana angka tersebut adalah seperempat dari penghasilan rata-rata di Indonesia.

Masalah lain muncul ketika stasiun akhir kereta cepat ini dinilai terlalu jauh dari pusat Kota Bandung.

Menurut Sutanto Soedhoho, pakar transportasi Universitas Indonesia, kereta cepat ini akan sulit untuk menarik minat para calon penumpang.

Walaupun secara waktu tempuh lebih cepat, tetapi penumpang akan mengutamakan efisensi waktu serta kenyamanan.

Jika penumpang dipaksa kembali transit untuk mencapai pusat kota, lebih baik mereka menggunakan kendaraan pribadi atau pilihan transportasi lainnya yang lebih dekat dengan pusat kota. 

Sumber Berita / Artikel Asli : Haluan

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Ads Bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved