Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Di Wilayahnya Gibran, Amien Rais: 'Tolong Para Intel di Sini Laporkan ke Jokowi, Saya Mau Bikin Gerakan People Power di Solo!'

 


Gerakan Megabintang menggelar Dialog Nasional bertema 'Rakyat Bertanya, Kapan People Power' yang diselenggarakan di Gedung Umat Islam Kartopuran, Solo.

Hadir dalam acara ini seperti Ketua Majelis Syuro Partai Ummat, Amien Rais, dua pengacara penguggat ijazah asli Jokowi, Eggi Sudjana dan Ahmad Khozinuddin dan beberapa pembicara lainnya.

Amien Rais dalam kesempata ini mengatakan bahwa gerakan people power yang diinisiasinya adalah sah dan konstitutisional.

Amien kemudian membawa buku yang bertuliskan 'Jokowi Menang karena People Power'.

"Tidak ada sedikit pun untuk takut meledakkan people power, jadi kalau Jokowi menang karena people power, kenapa kita tidak boleh, people power itu sah menurut UUD dan konstitusi," kata Amien Rais.

Ia juga meminta Umat Islam tak perlu takut dan gerakan ini juga tidak mengarah pada aksi anarkisme, hanya seruan moral saja.

"Kita agendakan bagaimana menghilangkah penyakit takut, tapi kita tidak boleh grusa grusu. Kita perlu konektifitas dengan TNI, kepada Polisi mungkin tidak sepenuhnya. Jadi tolong kepada para intel, laporkan ke Pak Jokowi Insya allah akan menggelar people power, people power yang tidak usah meneteskan darah, ndak usah bakar-bakar ban, ndak usah melempar gedung pemerintah," jelasnya.

Amien Rais juga meminta Umat Islam dan rakyat bersama-sama serukan bahwa ayo Jokowi turun dari presiden.

"Semua turun, kita minta tolong Jokowi turun, anda tidak berfungsi sebagai presiden. saya ingatkan mengapa kita gak perlu takut," seru Amien Rais di kota yang berada di wilayah Wali Kota Gibran Rakabuming, putra sulung Jokowi.

Ditakutkan Pemerintah, Ini 5 Penjelasan Apa Itu People Power

Penjelasan apa itu People Power, gerakan yang ditakuti oleh setiap pemerintah di Seluruh Dunia, ini ulasannya.

Masih bertanya-tanya apa yang dimaksud dengan People Power? Istilah tersebut merupakan panggilan bagi suatu gerakan aksi demonstrasi massa yang ingin menggulingkan presiden secara paksa.

People Power merupakan upaya penggerakan yang dilakukan oleh masyarakat melalui cara seperti aksi demonstrasi yang melibatkan masyarakat dengan jumlah besar untuk turun ke jalan dalam proses aksinya. Berikut penjelasannya seperti dikutip dari Gramedia.com.

People Power dalam Bayang Tindakan

Biasanya tindakan People Power didasari dengan tujuan dalam memaksa presiden untuk melepaskan jabatannya yang dianggap telah melanggar konstitusi suatu negara, bahkan dianggap menyimpang dan berbahaya bagi negara.

People Power dalam bahas Indonesia arti nya disamakan dengan kekuatan rakyat, karena rakyat berupaya mengumpulkan kekuatannya dalam melawan protes terhadap kewenang-wenangan tindakan yang dilakukan oleh penguasa di suatu wilayah atau negara.

Seharusnya People Power ini merujuk pada gerakan masyarakat yang bersifat damai dan tidak melakukan kekerasan dalam aksi nya menggulingkan suatu pemerintahan yang diktator dan otoriter.

Posisi People Power

People Power seharusnya memiliki landasan hukum yang kuat. Menurut sumber penelitian yang berjudul “People Power (kekuatan Rakyat) Perspektif Hukum Positif dan Hukum Islam” karya Veras Mashinta (2020).

Jika kita melihat perspektif di Indonesia, People Power belum ada landasan hukum yang jelas mengenai People Power.

Namun jika People Power mengacu pada demonstrasi, maka hal tersebut telah di atur di dalam Peraturan KAPOLRI No. 09 Tahun 2008 Tentang Tata Cara Penyelenggaraan Pelayanan, Pengamanan Perkara Penyampaian Pendapat di Muka Umum.

Beda lagi jika People Power diketegorikan sebagai golongan yang melakukan tindakan makar, hal tersebut akan mengacu pada Undang-undang Hukum Pidana Pasar 104, 106, dan 107 pada putusan MK No. 7/PUU-XV/2017 (MUI) People Power menjadi haram hukumnya.

Cikal Bakal People Power

Berdasarkan catatan sejarah, selain di Filipina, People Power juga pernah terdapat dan terjadi di negara Jerman, Georgia, Cekoslavakia, dan beberapa negara di timur tengah, termasuk juga di Indonesia. People Power sebenarnya sudah terjadi sejak zaman Yunani Kuno dengan cara berunjuk rasa di depan senat pada masa itu.

Sejarah People Power pasti tidak pernah terlepas dari revolusi sosial yang damai di Filipina pada tahun 1986, dalam menggulingkan Presiden Ferdinand Marcos yang sudah berkuasa selam 20 tahun lamanya. Sejak itu, People Power dikenang sebagai perlawanan damai dari demonstrasi aksi jalanan yang dilakukan rakyat Filipina.

Peristiwa People Power ini dianggap melahirkan kembali demokrasi di Filipina melalui cara tersebut. Peristiwa itu banyak menginspirasi negara lain, hingga banyak negara yang menganggap cara People Power juga sukses di negara yang terinspirasi tersebut, salah satunya termasuk Indonesia.

People Power di Negara Asal Filipina

Untuk sejarah panjangnya yang dirangkum dari berbagai sumber dan salah sumber utama, yaitu sebuah jurnal berjudul “Historical Blocs and Democratic Impasse in the Philippines: 20 years after ‘people power’ karya Ben Reid yang di publikasi tahun 2007 , Menjelasakan People Power di Filipina telah mencuri perhatian dunia. Berikut fakta People Power di Filipina yang perlu diketahui :


  • People Power yang terjadi di Filipina pada tahun 1986 bermula ketika rezim Ferdinand Marcos yang saat itu merupakan presiden Filipina adalah seorang yang menggunakan sifat kediktatoran dan sering melakukan tindakan represif terhadap aktivis dan oposisi.
  • Di bawah kepemimpinan Marcos, Filipina memiliki utang sebesar $25.000.000.000 pada tahun 1983.
  • Mantan Senator Benigno Aquino Jr (Pemimpin kelompok oposisi di Filipina) dibunuh pada 21 Agustus 1983.
  • Ferdinand Marcos dituduh mencurangi pemilu 1986 yang memenangkannya kembali sebagai presiden pada 1986.
  • Menurut Susan F. Quimpo, untuk menggulingkan Marcos bukan hanya peristiwa People Power dalam 3 hari, tapi butuh waktu puluhan tahun.
  • Kediktatoran Marcos didukung oleh Amerika Serikat yang sangat berkuasa dan didukung oleh militer, anggota kongres, senat, dan kroni-kroninya. Jadi pada saat itu negara Filipina benar-benar dalam kekacauan murni yang disamarkan sebagai perdamaian.
  • Susan Quimpo mengungkapkan dalam bukunya yang berjudul Subversive Lives bahwa kekalahan militer termasuk 75.730 korban hak asasi manusia. Angka ini dirinci lagi menjadi 70.000 tahanan politik, 34.000 korban penyiksaan, dan 3.240 orang yang selamat.
  • Efek People Power

    Menilik dari sumber-sumber sebelumnya, People Power secara langsung maupun tidak langsung akan berdampak pada berbagai bidang, seperti ekonomi, politik, hingga tatanan sosial dalam suatu negara. Sejarah Berdasarkan hal tersebut, berikut beberapa dampak yang muncul setelah adanya People Power di Filipina, bahkan berdampak pada negara lain.

    1. People Power di Filipina berdampak pada gerakan demokrasi di beberapa negara seperti Taiwan, Korea Selatan, dan beberapa negara di Asia yang menerapkan prinsip demokrasi, termasuk Indonesia. Dari sini, banyak orang mengklaim bahwa demonstrasi mereka mengacu pada kekuatan rakyat di Filipina.
    2. Adanya pemulihan kebebasan pers sejak People Power berhasil di Filipina.
    3.  Penghapusan undang-undang yang dianggap represif pada rejim sebelumnya.
    4. Ada subordinasi militer ke pemerintah sipil.
    5. Pertumbuhan ekonomi mulai meningkat sejak People Power pada 1986. Meski telah jatuh beberapa kali sejak krisis keuangan lain, kegagalan yang mengikuti revolusi tidak pernah melebihi angka yang tercatat selama darurat militer.
    6.  Standar hidup rata-rata orang Filipina juga jauh lebih baik daripada sebelum turunnya presiden kerena People Power. Ini diukur dengan PDB per kapita negara atau output ekonomi negara per orang.
    7.  People Power adalah hadiah dari Filipina untuk dunia. Kekuatan rakyat di Filipina membuka jalan bagi penghancuran tembok Berlin secara damai dan kembalinya demokrasi di Korea Selatan dan Rumania.

    Nah, itu penjelasan mengenai People Power, bagaimana hadir dan terbentuk dan masih ditakutkan konsep nya oleh setiap pemerintahan negara di seluruh dunia!

    Sumber Berita / Artikel Asli : NW Wartaekonomi

    Post a Comment

    0 Comments
    * Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

    Top Post Ad

    Below Post Ad

    Ads Bottom

    Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved