Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Bak Kota Mati! Penampakan JLNT 'Horor' di Pluit, Proyek Mangkrak Era Ahok


 Kondisi terbengkalai proyek pembangunan Jalan Layang Non Tol (JLNT) di Pluit, Jakarta Utara yang dibangun Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta era Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok makin memprihatinkan.

Sebelumnya, proyek JLNT yang mulai dibangun pada 2015 itu bertujuan untuk menghubungkan kawasan Pluit dengan akses tol Bandara Internasional Soekarno Hatta dan tol Tanjung Priok.

Selain itu, pembangunan JLNT ini juga untuk mengatasi kemacetan lalu lintas (lalin) di kawasan tersebut, terutama di kawasan Jalan Pluit City.

Diketahui, kawasan tersebut memang memiliki ruas jalan yang cukup sempit sehingga sering terjadi kepadatan lalin.

Pembangunan proyek yang sudah mangkrak selama delapan tahun ini diklaim menggunakan anggaran corporate social responsibility (CSR) dari salah satu perusahaan pengembang swasta. 

Selama masa pembangunan, JLNT ini sempat ditolak oleh masyarakat setempat karena dianggap mengganggu kenyamanan.

Namun, alih-alih tujuannya terwujud, kondisi proyek JLNT itu malah nampak memprihatinkan akibat tidak terurus selama hampir satu dekade.

Terlebih, terdapat sejumlah Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang mendirikan gubuk di proyek JLNT.

Tidak hanya oleh sejumlah gubuk, JLNT ini juga 'dihiasi' semak belukar dan tanaman liar akibat dibiarkan mangkrak.

Lalu, celah-celah jalan yang sedikit terbuka juga terus dibiarkan sejak awal pembangunan. 





Ahok Blak-blakan Soal Proyek JLNT Pluit yang Mangkrak

Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok buka suara terkait Jalan Layang Non Tol (JLNT) di Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara yang kini dibiarkan mangkrak dan terbengkalai.

Sebagai informasi, proyek ini sendiri pertama kali dibangun pada 2015 lalu saat Ahok masih menjabat sebagai Gubernur. 

Proyek ini awalnya dibangun untuk menghubungkan Jalan Pluit City menuju Tol Bandara Soekarno Hatta dan Tol Tanjung Priok.

Dirinya menjelaskan bahwa jalur tersebut sedari awal merupakan proyek dari pengembang swasta, Agung Podomoro Group, sebagai bentuk kewajiban (CSR) atas pembangunan pulau reklamasi di wilayah Penjaringan, Jakarta Utara.

"(JLNT Pluit) dibiayai oleh pengembang sebagai kewajiban pulau reklamasi yang 15% kontribusi dari harga jual per meter sesuai harga NJOP. Itu aja komitmen pengembang jelas dari Agung Podomoro yang telah bersedia bayarkan 15% dari harga NJOP," ungkap Ahok, Senin (29/5/2023).

Saat itu, proyek JLNT ini sendiri ditargetkan untuk selesai pada 2016. Namun karena ada masalah dalam penyusunan Raperda (Rancangan Peraturan Daerah) DKI terkait pembangunan pulau reklamasi, pengerjaan proyek CSR ini pun jadi ikut tertunda.

"Seingat saya karena Raperda tentang pulau reklamasi bermasalah. Tidak mau dibahas DPRD," katanya. 

Tidak lama setelah itu, sayangnya proyek pulau reklamasi sendiri sempat terhenti.

Menurutnya mungkin saja hal ini menjadi alasan utama mengapa proyek JLNT ini juga jadi ikut terhenti dan mangkrak hingga sekarang.

"Sayangnya kemudian pulau reklamasi dinyatakan distop," ungkap Ahok.

"(Apa pemberhentian proyek pulau reklame jadi alasan JLNT mangkrak?) Mungkin. Saya tidak tahu lagi setelah 6 Tahun lebih," tambahnya lagi. 



Sumber Berita / Artikel Asli : CNBC Indonesia

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Ads Bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved