11 Polisi di Sumut Jual Narkoba Hasil Sitaan, Pendeta Yerry Berikan Sindiran Menohok, Netizen: Eksekusi Mati!

552
Pendeta Yerry Pattinasarany soroti kasus jual narkoba yang melibatkan oknum polisi./tangkap layar instagram/yerry_pattinasarany/ /

Beberapa waktu lalu, publik dikejutkan dengan adanya kabar sebelas anggota polisi di Tanjungbalai, Sumatera Utara (Sumut), yang kedapatan menjual narkoba.

Diketahui, sebelas anggota polisi tersebut menjual narkoba jenis sabu kepada bandar narkoba.

Padahal sabu tersebut merupakan hasil sitaan dari bandar narkoba lain yang ditangkap sebelumnya.

Mengetahui hal itu, Polda Sumut langsung memproses hukum para oknum polisi dan sudah diserahkan kepada Kejaksaan Negeri Tanjungbalai, pada Kamis 30 September 2021 lalu.

Sementara itu, pihak Kejaksaan Negeri Tanjungbalai memastikan kasus yang menjerat sebelas oknum polisi itu akan naik ke meja hijau.

Rencananya kasus yang menjerat sebelas oknum polisi di Polres Tanjungbalai itu akan dilimpahkan ke Pengadilan pekan depan.

Adanya kasus praktik jual narkoba yang melibatkan oknum polisi itu, mendapat kecaman dari banyak pihak termasuk Pendeta Yerry Pattinasarany.

Yerry yang juga mempunyai tempat rehabilitasi bagi para pecandu narkoba sampai menyindir para oknum polisi yang kedapatan menjual narkoba.

Melalui unggahan di akun Instagram miliknya, Yerry menyentil oknum polisi tersebut dengan mempertanyakan apakah sudah disuruh tiarap.

“Tiarap udah mas bro,” ujarnya, dikutip Galamedia, Rabu 6 Oktober 2021.

Adanya kasus yang melibatkan oknum polisi itu pun, membuat Yerry tak heran dengan masih banyaknya para bandar narkoba.

Menurutnya narkoba jenis sabu hasil sitaan tersebut, hanya dipermainkan dan ujung-ujungnya kembali dijual ke bandar yang lain.

“Cuma dimainin ujungnya dan maju kena mundur kena,” katanya.

Ia pun tampak kecewa dengan adanya kabar tersebut, apalagi pelakunya adalah aparat yang seharusnya memberikan contoh positif kepada masyarakat.

Yerry kembali memberikan sindiran halus kepada sebelas oknum polisi itu dan mengatakan bahwa hal ini benar-benar tidak masuk akal.

“Benar-benar ini waktu yang pas buat sober, karena sudah tidak masuk akal dunia persilatan,” terangnya.

Usai menyindir oknum polisi yang terlibat menjual sabu terhadap bandar narkoba itu, postingan Yerry langsung dibanjiri komentar para netizen.

Banyak dari netizen yang juga turut mengecam adanya kasus jual narkoba yang melibatkan aparat keamanan tersebut.

Ada yang mempertanyakan terkait hukuman apa yang nantinya diterima para oknum polisi tersebut dan ada juga yang menanyakan apakah akan ada press conference.

“Pemakai direhab. Bandar dihukum berat. Kalau orang yg suplai barang ke bandar diapakan pak pendeta?” tanya netizen.

“Jadi inget di twitter bang pandji. Itu polisinya bakal press conference gak?” kata netizen.

 

“Kalau oknum polisi yang jual narkoba apakah hukuman nya lebih berat atau sma saja seperti warga sipil,” tanya netizen.

Tak hanya itu, netizen lain pun ikut menyorotinya dan menilai dengan kejadian ini pada akhirnya narkoba tersebut tidak pernah kesita.

Selain itu, ada juga netizen yang justru bersyukur bahwa kasus ini akhirnya terbongkar dan netizen lainnya justru meminta oknum polisi itu ditindak dengan hukuman mati.

“Kayak muter muter doang… Ujung ujungnya barangnya tetep ga kesita…. Memang aneh negeri Konoha ini terlalu oportunis apa saja yang bisa menghasilkan duit dilakuin,” kata netizen.

“wakaka kebongkar juga akhirnya,” tulis netizen.

“Eksekusi mati,” pungkas netizen lainnya.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Galamedia

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

− 2 = 1