1 Korban Sriwijaya Air SJ 182 Teridentifikasi, Atas Nama Okky Bisma

230

Tim DVI RS Polri berhasil mengidentifikasi salah seorang korban Sriwijaya Air yang menjadi korban. Korban tersebut bernama Okky Bisma.

“Pada hari ini kami melakukan rekonsiliasi atau pencocokan antara data antemortem dan postmortem,” kata Karopenmas Polri Brigjen Rusdi Hartono mengawali konferensi pers di RS Polri, Jakarta Timur, Senin (11/1/2021).

Dari hasil pencocokan data tersebut Tim DVI RS Polri berhasil mendapatkan identifikasi salah seorang korban Sriwijaya Air.

“Tim dapat mengidentifikasi salah seorang korban kecelakaan, yaitu atas nama Okky Bisma,” kata Rusdi.

Berikut data kependudukan korban atas nama Okky Bisma.

Nama: Okky Bisma
Jenis Kelamin: Laki-laki
Golongan Darah: O
Status: Belum kawin
Agama: Islam
Tempat dan Tanggal Lahir: Jakarta, 12 Desember 1991
Alamat: Jalan Baing Nomor 95 RT 7/9, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, DKI Jakarta

Dipaparkan oleh Kapus Inafis Polri Brigjen Hudi Suryanto, hasil identifikasi tersebut diperoleh berdasarkan data-data yang telah diperolehnya.

Pertama, data dari manifes penumpang pesawat yang diperoleh dari pihak Sriwijaya Air.

Kedua, data kependudukan yang diperoleh dari pihak kependudukan dan catatan sipil yang terekam dalam KTP elektronik (e-KTP).

Identifikasi korban bernama Okky Bisma diperoleh dari sidik jari di tangan yang diperoleh Pusinafis dari temuan Tim SAR.

Kemudian sidik jari tersebut diidentifikasi ke alat sidik jari yang terhubung dengan data kependudukan.

Dari proses tersebut ditemukan kecocokan data dari manifes dengan data kependudukan dari sidik jari korban.

“Untuk meyakinkan ini orang yang sama, akhirnya kami bandingkan. Data e-KTP yang ada telunjuk kanannya, dibandingkan dengan sampel telunjuk kanan juga yang kami temukan di body part tersebut, hasilnya ternyata identik,” tutur Hudi.

Menurut Hudi, terdapat 12 titik kesamaan di sidik jari tersebut. Hal tersebut dianggap cukup untuk memastikan orang ini merupakan orang yang sama.

“Kaidah (pencocokan) ini sudah sangat internasional. Sehingga bisa diyakini dan tidak terbantahkan bahwa data ini adalah data orang yang sama.

Sumber Berita / Artikel Asli : Kompas tv

 

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...