Yusril Jadi Pengacara Jokowi-Maruf: Diminta Mundur Bela HTI Hingga Tanggapan Wakil Presiden JK

736
Yusril Ihza Mahendra.

Calon presiden petahana, Joko Widodo memastikan, diriya ikut membujuk Yusril Ihza Mahandra masuk ke dalam tim pengacara pasangan nomor urut satu dalam kontestasi Pilpres 2019.

Jokowi mengaku bersyukyur, pentolan Partai Bulan Bintang (PBB) akhirnya bersedia.

“‎Ya kami yang meminta, Pak Erick (Ketua TKN) yang meminta.Alhamdulilah, kita kan tahu profesionalitas dari Pak Yusril Ihza Mahendra,” ujar Jokowi di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta, Selasa (6/11/2018).

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu pun tidak mempersoalkan Yusril yang kerap mengkritik dirinya selama menjadi Presiden dan merupakan pengacara dari organisasi yang dibubarkan pemerintah yakni HTI.

Wakil Ketua TKN Jokowi-Maruf Amin, Abdul Kadir Karding merespon positif bergabungnya Yusril sebagai pengacara Jokowi-Ma’ruf.

Yusril Ihza Mahendra dianggap memiliki reputasi dan kaya pengalaman, terutama di bidang hukum.

“Pak Yusril Ihza Mahendra kita kenal salah satu orang terbaik dalam bidang hukum, pengacara, dengan kapasitas luar biasa,” ujar Karding saat dikonfirmasi kemarin.

Karding mengatakan dengan Yusril Ihza Mahendra menjadi pengacara Jokowi-Ma’ruf, TKN Koalisi Indonesia kerja memiliki kepercayaan diri yang lebih baik.

“Selamat bergabung semoga Prof Yusril bisa bekerja dengan baik,” kata Abdul Kadir Karding.

Komentar ketua tim sukses prabowo-sandiaga

Ketua Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Djoko Santoso mengaku tak masalah dengan keputusan Ketua Umum PBB (Partai Bulan Bintang) Yusril Ihza Mahendra menjadi pengacara Joko Widodo-Maruf Amin hadapi Pilpres 2019.

Djoko Santoso mengaku memang pihaknya tidak pernah meminta Yusril menjadi kuasa hukum Prabowo-Sandi.

“Boleh saja, namanya juga demokrasi bebas menentukan pilihan ya, kita memang tidak pernah meminta (Yusril jadi pengacara Prabowo-Sandi),” jelasnya ditemui di posko pemenangan Prabowo-Sandi di Jalan Sriwijaya Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Tanggapan Wakil Presiden Jusuf Kalla

Wakil Presiden Jusuf Kalla angkat bicara terkait Yusril Ihza Mahendra yang menjadi pengacara capres-cawapres Joko Widodo dan Ma’ruf Amin.

Ia beranggapan hal itu wajar, mengingat profesi Yusril sejak dulu adalah pengacara.

“Kalau pengacara kan profesi. Dan memang profesi daripada Yusril itu pengacara, jadi di sini dia sebagai pengacara tentu bukan sebagai ketua PBB yang diangkat menjadi pengacara,” kata Kalla yang ditemui di kantor wakil presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat itu, pada Selasa siang (6/11/2018).

Meski Kalla tak menampik, ia melihat ada unsur politik tertentu.

“Tapi (dia) yang dianggap pengacara karena itu, tentu ada aspek politiknya juga, tapi saya kira wajar saja kalau dia diangkat menjadi pengacara,” tambah Kalla.

Wakil Presiden Jusuf Kalla
Wakil Presiden Jusuf Kalla (Tribunnews.com/Herudin)

Dia mengaku sebagai ketua dewan pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf sama sekali tidak mengetahui ada lobi tertentu yang dilakukan oleh TKN capres nomor urut 01 itu pada mantan Menaker itu.

“Saya tidak tahu, ya itu tanya sama Yusril,” kata dia.

Keyakinan Juru Bicara HTI

Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Ismail Yusanto menganggap pernyataan cawapres nomor urut 01, KH Ma’ruf Amin, soal Yusri Ihza Mahendra yang mulai tak sejalan dengan HTI, sebagai pernyataan yang keliru.

Dihubungi Tribunnews.com, Ismail Yusanto menegaskan bahwa pada Jumat (2/11/2018) kemarin, Yusril masih menjalankan profesinya sebagai lawyer yang profesional untuk HTI.

“Konpers kemarin beliau masih bilang bahwa bendera yang dibakar itu bukan bendera HTI, kemudian HTI bukan organisasi terlarang, dan beliau siap melakukan somasi kepada siapa saja yang mengatakan HTI adalah organisasi terlarang” ujar Ismail, Selasa (6/11/2018).

Dilanjutkan Ismail, meski Yusril sebagai pengacara Jokowi-Ma’ruf, bukan berarti pula Ketum PBB itu sejalan dengan pasangan nomor urut 01 tersebut.

“Belum tentu beliau mendukung, kan? Harus dilihat seperti itu juga,” kata Ismail Yusanto.

Dirinya mencontohkan seperti seorang pengacara tersangka kasus korupsi, yang mana menurut Ismail, belum tentu juga sang pengacara mendukung perilaku korupsi.

“Saya coba memahaminya seperti itu,” kata Ismail Yusanto.

Kabar Hotman gabung Prabowo-Sandiaga

Beredar kabar pengacara nyentrik Hotman Paris bakal menjadi pengacara calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan, sejauh ini Hotman Paris tidak bergabung dalam tim kuasa hukum pasangan nomor urut 02 itu.

“Bang Hotman setahu saya tidak dan belum bergabung dengan Tim Hukum Prabowo-Sandi,” ujar Dahnil saat dihubungi, Selasa (6/11/2018).

Menurut Dahnil, Prabowo-Sandiaga telah memiliki tim kuasa hukum untuk Pemilihan Presiden 2019.

Tim tersebut diisi oleh advokat-advokat muda yang bersedia membantu secara sukarela.

“Insya Allah kami dibantu banyak pengacara muda yang bekerja secara sukarela dan militansinya sudah teruji untuk mengawal semua masalah hukum selama proses kontestasi pilpres,” kata Dahnil.

Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea saat sesi wawancara dengan Gofar Hilman, Rabu (1/8/2018)
Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea saat sesi wawancara dengan Gofar Hilman, Rabu (1/8/2018) (YouTube/Gofar Hilman)

Kabar bahwa Prabowo-Sandiaga menggandeng Hotman Paris Hutapea sebagai pengacaranya muncul dalam keterangan tertulis Yusril Ihza Mahendra.

Yusril mengonfirmasi ia menerima tawaran Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin, Erick Thohir, sebagai pengacara pasangan tersebut.

Di salah satu bagian keterangan Yusril, ia juga menyebutkan bahwa tim pemenangan pasangan Prabowo-Sandiaga telah menunjuk Hotman Paris Hutapea sebagai salah satu tim kuasa hukumnya.

“Saya mendengar dari pihak Pak Prabowo sudah menunjuk Pak Hotman Paris sebagai lawyer-nya. Mudah-mudahan informasi yang saya terima tidak salah. Pak Hotman adalah rekan dan sahabat saya dan hubungan kami selama ini baik serta saling hormat-menghormati,” kata Yusril, yang pernah menjadi kuasa hukum Prabowo-Hatta Rajasa pada Pilpres 2014.

tribunnews

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here