Yan Harahap Sebut Pemerintahan Jokowi ‘Rezim Bermental Pemboros’: Gak Punya Sense of Crisis

190
Politisi Partai Demokrat, Yan Harahap.* //Instagram @yanharahap/

Seorang politisi partai Demokrat Yan Harahap menyebutkan bahwa pemerintahan Presiden Jokowi adalah rezim bermental pemboros.

Hal itu dikatakan oleh Yan Harahap dalam akun Twitternya pada Rabu, 4 Agustus 2021, sembari menanggapi pemberitaan terkait cat ulang pesawat kepresidenan.

Dalam berita yang bertajuk ‘Istana Jawab Anggapan Foya-Foya Cat Ulang Pesawat Kepresidenan’ yang diberitakan oleh detikcom tersebut, Heru Budi selaku Kepala Sekretariat Presiden mengatakan bahwa pengecatan ulang pesawat telah direncanakan sejak tahun 2019.

 

“Dapat dijelaskan bahwa pengecatan pesawat ini telah direncanakan sejak tahun 2019, serta diharapkan dapat memberikan kebanggaan bagi bangsa dan negara,” ucap Heru dikutip terkini.id dari detikcom.

Ia juga menjelaskan bahwa alokasi perawatan pesawat presiden sudah dialokasikan dalam APBN.

Adapun untuk refocusing pendanaan Covid, Heru menjelaskan bahwa hal tersebut juga sudah diatur dalam APBN 2020 dan APBN 2021.

“Perlu kami jelaskan bahwa alokasi untuk perawatan dan pengecatan sudah dialokasikan dalam APBN,” ungkapnya.

“Selain itu, sebagai upaya untuk pendanaan penanganan COVID, Kementerian Sekretariat Negara juga telah melalukan refocusing anggaran pada APBN 2020 dan APBN 2021, sesuai dengan alokasi yang ditetapkan Menteri Keuangan,” imbuhnya.

 

Melihat hal tersebut Yan Harahap lantas menyebut bahwa pemerintahan jokowi memang rezim yang bermental pemboros.

“Pemborosan. Rezim ini benar2 ‘bermental pemboros’. Kalau alasannya hanya karena sudah direncanakan dari 2019, kan bisa ditunda dulu, sampai kondisi bangsa yang lagi ‘krisis’, membaik,” tulis Yan Harahap dalam akunnya.

Ia pun mengatakan bahwa pemerintah saat ini tidak punya sense of crisis dalam menangani pandemi.

“Gak punya sense of crisis. Rakyat lebih membutuhkan,” tulisnya kembali.

Sumber Berita / Artikel Asli : Terkini

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here