Waketum Gerindra: Tiga Partai Telah Memberikan Keleluasaan Penuh pada Prabowo untuk Cawapres

508
Wakil ketua umum DPP Gerindra Ferry Juliantono.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Ferry Juliantono mengatakan jika partainya telah diberi keleluasaan terkait siapa calon wakil presiden (cawapres) yang akan mendampingi Prabowo Subianto pada pemilihan presiden (pilpres) 2019.

Ferry mengungkapkannya pada tayangan Opsi, di Metro TV, Senin (6/8/2018).

Hal ini bermula saat pembawa acara, Aviani Malik, menanyakan pendaftaran capres cawapres yang semakin mendekati masa penutupan.

Aviani menanyakan apakah Prabowo belum mendaftar dikarenakan belum mendapatkan nama cawapres atau menunggu dari pihak Joko Widodo (Jokowi) untuk mengumumkan terlebih dahulu.

Ferry pun menjawab jika saat ini ketiga partai, yakni PAN, PKS, dan Demokrat telah sepakat untuk memberikan keleluasaan pada Prabowo untuk memilih cawapres.

• Disebut Curi Panggung dari AHY, Budiman Sudjatmiko: Cawapres Bukan Cita-cita Tertinggiku

Waketum Gerindra ini juga mengatakan, saat ini masing-masing partai telah memiliki nama yang diajukan dalam cawapres Prabowo.

“Pak Prabowo Subianto dalam hal ini sudah mendapatkan keleluasaan, nama-nama yang diusulkan oleh partai politik, misalnya dari PKS sudah ke nama Pak Salim Segaf, kemudian dari PAN ada nama Pak Zulkifli Hasan, kemudian dari Demorkat ada mas Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan dari ketiga partai tersebut sudah memberikan keleluasaan pada pak Prabowo Subianto untuk menentukan calon wakil presiden,” ujar Ferry.

Ferry menambahkan, rekomendari dari ijtima ulama yakni Salim Segaf dan Ustaz Abdul Somad (UAS) juga menjadi pertimbangan.

Sementara itu, di hari yang sama, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra Ahmad Muzani menyatakan, saat ini cawapres pendamping ketua umumnya, Prabowo Subianto, mengerucut menjadi dua nama.

“Pembicaraan sampai dengan tadi malam, (calon) wakil presiden yang akan mendampingi Pak Prabowo sudah mulai mengerucut dua nama,” kata Muzani saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/8/2018).

Ia mengatakan, kedua nama bakal cawapres pendamping Prabowo itu terus dibahas bersama partai koalisi, yakni PKS, PAN, dan Demokrat.

Namun, Muzani enggan membeberkan dua nama yang dikerucutkan menjadi bakal cawapres pendamping Prabowo itu.

Muzani menambahkan, kedua nama itu terus ditimbang efek ke depannya bila salah satu dari mereka dipilih menjadi cawapres pendamping Prabowo.

Beberapa hal yang dipertimbangkan Gerindra beserta partai-partai koalisi yakni elektabilitas dan kemampuan sosok itu untuk menyolidkan mereka.

“Pokoknya dua nama sedang kami seriusi dan hitung dan kami ingin soliditas di antara empat partai yang sudah berkomitmen mendukung Pak Prabowo tetap dalam satu barisan mendukung menghadapi Pilpres 2019,” ujar Muzani yang dikutip TribunWow.com dari Kompas.com.

“Karena itu, kesabaran untuk mendengar menjadi bagian seni tersendiri dalam diplomasi ini. Kami terus bicarakan dengan pihak terkait yang bisa memberikan support kepada kami. Karena itu, mungkin kami akan mengambil keputusan soal wakil presiden di akhir,” lanjut Muzani. (TribunWow.com/Tiffany Marantika)

.tribunnews

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.