Wacana Restrukturisasi Utang BUMN, Tengku Zul: Akankah Aset Negara Dilego?

305
Wasekjen MUI Tengku Zulkarnain

Wakil Sekretaris Jenderal MUI, Tengku Zulkarnain mengomentari BUMN yang meminta restrukturisasi karena kesulitan membayar Utang Jatuh Tempo.

“Jika utang-utang BUMN pada minta restrukrurisasi karena saat jatuh tempo kesulitan membayar utang itu,” ucap Tengku Zul lewat akun Twitter-nya @ustadtengkuzul yang dikutip Akurat.co, Jakarta, Kamis (9/7/2020).

Tengku Zul pun mempertanyakan apakah utang BUMN tersebut disalahgunakan karena banyak BUMN yang kesulitan membayar utangnya.

“Apakah berarti utangnya salah pakai?” katanya.

Ia pun mengkhawatirkan ada aset BUMN yang harus dijual karena kesulitan pembayaran utang tersebut.

“Terus jika rata-rata BUMN tidak mampu bayar utang akankah Aset Negara dilego? Bagaimana dengan utang negara yang cukup besar saat ini?” ucapnya.

Seperti diketahui, Menteri BUMN Erick Thohir berjanji akan terus menjalankan program restrukturisasi perusahaan negara. Ia menjamin program restrukturisasi itu akan terus berlanjut agar kinerja perusahaan pelat merah itu lebih terukur.

“Kalau kita lihat apa yang kita lakukan selama ini bukan pencitraan, tapi bagian komitmen kita bahwa reformasi birokrasi di BUMN harus terus kita lakukan dan sudah terjadi. Bagaimana sekarang struktur di BUMN lebih ramping dan klasterisasi yang membangun ekosistem rantai pasok, itu tujuan utama kita,” ujar Erick Thohir di Jakarta, Rabu (1/7/2020).

Wacana Restrukturisasi Utang BUMN, Tengku Zul: Akankah Aset Negara Dilego?

Wayan Adhi Mahardika

Kamis, 09 Juli 2020 14:35 WIB

Image

Tengku Zulkarnain | Twitter @ustadtengkuzul

AKURAT.CO Wakil Sekretaris Jenderal MUI, Tengku Zulkarnain mengomentari BUMN yang meminta restrukturisasi karena kesulitan membayar Utang Jatuh Tempo.

“Jika utang-utang BUMN pada minta restrukrurisasi karena saat jatuh tempo kesulitan membayar utang itu,” ucap Tengku Zul lewat akun Twitter-nya @ustadtengkuzul yang dikutip Akurat.co, Jakarta, Kamis (9/7/2020).

Tengku Zul pun mempertanyakan apakah utang BUMN tersebut disalahgunakan karena banyak BUMN yang kesulitan membayar utangnya.

Baca Juga:

“Apakah berarti utangnya salah pakai?” katanya.

Ia pun mengkhawatirkan ada aset BUMN yang harus dijual karena kesulitan pembayaran utang tersebut.

“Terus jika rata-rata BUMN tidak mampu bayar utang akankah Aset Negara dilego? Bagaimana dengan utang negara yang cukup besar saat ini?” ucapnya.

Seperti diketahui, Menteri BUMN Erick Thohir berjanji akan terus menjalankan program restrukturisasi perusahaan negara. Ia menjamin program restrukturisasi itu akan terus berlanjut agar kinerja perusahaan pelat merah itu lebih terukur.

“Kalau kita lihat apa yang kita lakukan selama ini bukan pencitraan, tapi bagian komitmen kita bahwa reformasi birokrasi di BUMN harus terus kita lakukan dan sudah terjadi. Bagaimana sekarang struktur di BUMN lebih ramping dan klasterisasi yang membangun ekosistem rantai pasok, itu tujuan utama kita,” ujar Erick Thohir di Jakarta, Rabu (1/7/2020)

Erick Thohir menerangkan, restrukturisasi BUMN merupakan bagian dari efisiensi dan tata kelola perusahaan yang baik (GCG) sehingga indikator kinerja utama (KPI) menjadi lebih jelas tolok ukurnya. “Karena COVID-19, dunia berubah, kita harus siap berubah,” ujar dia.

Menurut dia, ada dua faktor yang menjadi kekuatan Indonesia sehingga mampu bertahan dan bersaing di tengah pandemi COVID-19. “Pertama, jumlah populasinya besar dan kedua SDA (Sumber Daya Alam) yang sangat kaya,” papar Erick Thohir.

Namun, lanjut dia, masih terdapat dua hal lagi yang dapat menambah kekuatan Indonesia, yakni memperbaiki rantai pasok dan melakukan transformasi teknologi.

Sebelumnya Erick Thohir telah memangkas jumlah BUMN dari 142 menjadi 107 perusahaan. Pemangkasan ini merupakan upaya untuk melanjutkan program efisiensi dan penyederhanaan jumlah perusahaan BUMN. Berkurangnya jumlah BUMN ini tidak lain karena lahirnya konsolidasi BUMN, di antaranya adalah sektor farmasi dan asuransi. []

Sumber Berita / Artikel Asli : Akurat

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...