Virus Corona, Pemerintah RI Resmi Keluarkan Travel Warning ke Provinsi Hubei China

204
Ilustrasi Penerbangan Internasional

Pemerintah Indonesia telah resmi mengeluarkan larangan atau travel warning bagi masyarakat untuk bepergian ke Provinsi Hubei, China.

Hal ini dilakukan setelah merebaknya kasus virus corona yang saat ini tengah mendapatkan perhatian internasional.

“Betul (pemerintah telah mengeluarkan travel warning ke Provinsi Hubei, China),” kata Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah saat dihubungi Kompas.com, Selasa (28/1/2020) siang.

Menurut Teuku,travel warning berlaku hingga ada keterangan resmi dari pemerintah China atas keamanan di wilayahnya.

“Setidaknya sampai ada keterangan resmi dari pihak RRT (China) yang menghentikan isolasi di sana dan juga menyatakan wilayah tersebut telah aman untuk dikunjungi,” ujar dia.

Di luar kota Wuhan, bagi kota-kota lain yang ada di China, Pemerintah Indonesia hanya mengeluarkan travel advisory. Yaitu warga Indonesia yang bepergian ke provinsi lain di China diminta tetap waspada.

Teuku menambahkan, berdasarkan pantauan KBRI di Wuhan, hingga saat ini WNI di wilayah tersebut dalam kondisi baik.

Virus corona

Setidaknya hingga Selasa 928/1/2020) sebanyak 106 orang dinyatakan meninggal dunia lantaran virus yang masih satu keluarga dengan MERS dan SARS ini.

Selain itu 16 negara telah mengonfirmasi penemuan kasus yang disebabkan virus corona di wilayahnya.

Keenam belas negara tersebut yakni: China, Thailand, Jepang, Korea Selatan, Amerika Serikat, Vietnam, Singapura, Malaysia, Nepal. Perancis, Australia, Kanada, Jerman, Taiwan, Sri Lanka, dan Kamboja.

Sementara itu, lebih dari 4.515 orang lain terkonfirmasi positif terinfeksi virus ini.

Otoritas China pun telah memperketat dan melakukan pembatasan perjalanan untuk mencegah penyebaran virus lebih luas.

Gejala

Menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal The Lancet, gejala yang muncul saat orang terinfeksi virus corona atau 2019-nCoV mirip dengan yang disebabkan oleh SARS.

Meskipun beberapa gejala mirip dengan SARS, ada beberapa perbedaan penting, seperti tidak adanya gejala saluran pernapasan atas (pilek, bersin, dan sakit tenggorokan), serta gejala usus (diare), yang mempengaruhi 20-25 persen dari pasien SARS.

Diberitakan sebelumnya, sejak pertama muncul di Wuhan, virus kemungkinan berasal dari hewan yang berpindah ke manusia.

Namun, dalam sebuah studi baru, para peneliti mengurutkan gen 2019-nCoV dan membandingkan dengan urutan genetik lebih dari 200 coronavirus yang menginfeksi berbagai hewan di seluruh dunia.

Dirinci dalam Journal of Medical Virology, 2019-nCoV kemungkinan berasal dari ular. Adapun jenis ularnya, para ilmuwan mencatat ada dua ular yang umum di tempat wabah berasal, yaitu Bungarus multicinctus dan Naja atra.

Penulis: Mela ArnaniEditor: Rizal Setyo Nugroho

kompas

Comments

comments