Viral Reporter Pakai Masker ala Street Artist, Warganet Gagal Paham

236
Ilustrasi masker gas/masker pelindung/senjata kimia. (Shutterstock)

Ketika WHO dan CDC menyarankan untuk tidak menggunakan masker bagi orang sehat, reporter sebuah TV Swasta malah mengenakan masker filter ganda.

Foto mengenai reporter tersebut meluas di twitter yang diunggah oleh akun @hericz. Pada unggahan tersebut, @hericz manulis: “Menteri Kesehatan, WHO, Unicef: “yang sehat sebenernya tidak perlu masker””

Unggahan tersebut tentu mendapatkan banyak tanggapan dari warganet, seperti:
“Ya gpp juga.. mungkin abis siaran mau bikin graffiti di Margonda” tulis akun @ditoprab

“Itu ketika lagi bikin grafiti suruh langsung liputan” tambah akun @wildans11

“Wah ini sih mendorong opini publik biar pada panik, maskernya sangat tidak lazim” sahut akun @BukanPemalaz

Masker yang dipakai reporter tersebut adalah jenis masker filter ganda. Masker jenis ini lazim digunakan di area yang udaranya mengandung uap hasil kimia dan oksidasi polusi skala rendah.

Biasanya masker filter ganda akan ditemui di area pengecatan, pengelasan, pembuangan sampah, kebakaran, dan lain sebagainya.

Penggunaan Masker untuk Corona

Dilansir dari The Guardian, pejabat kesehatan Amerika Serikat menyatakan, bahwa COVID-19 menyebarkan virus di antara orang-orang terdekat, melalui liur bersin atau batuk orang yang terinfeksi.

“Masker mungkin sedikit memberikan perlindungan, tetapi itu akan sangat minim,” kata profesor kedokteran Universitas Venderblit, William Shaffner.

Tak hanya dr. Shaffner, Direktur Pusat Nasional Imunisasi dan penyakit Penapasan, Dr. Nancy Messonnier malah tidak begitu merekomendasikan masker.

“Kami tidak merekomendasikan untuk secara rutin menggunakan masker pada publik untuk mencegah penyakit pernapasan. Dan kami tentu saja tidak merekomendasikan hal ini untuk virus corona ini,” kata Dr. Messonnier.

Penggunaan masker dianggap tidak perlu bagi orang sehat karena virus corona tidak menular melalui udara. Hal tersbeut dinyatakan oleh Menteri Kesehatan Singapura, Gan Kim Yong  Pada hari Senin (2/3/2020) di gedung parlemen Singapura.

“Untuk mengklarifikasi, tidak ada bukti saat ini yang menunjukkan bahwa virus corona dapat menyebar melalui udara. Ada virus lain seperti cacar air yang dapat dengan mudah menyebar melalui udara dan tidak memerlukan tetesan yang kemudian bersentuhan dengan mata atau hidung. Virus corona tidak termasuk dalam kategori ini,” kata dia. suara

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...