Viral Plakat Kantor Polisi Bersama RI-Tiongkok, Alvin Lie dan Ratna Sarumpaet Berikan Tanggapan

655

Anggota Ombudsman RI Alvin Lie dan aktivis Ratna Sarumpaet angkat bicara soal viralnya plakat kantor polisi bersama RI-Tiongkok di Ketapang, Kalimantan Barat.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, dunia maya dihebohkan dengan beredarnya foto plakat kerjasama antara Polres Ketapang dengan Kepolisian Tiongkok.

Pada plakat itu terlihat jelas gambar bendera kedua negara, dan dibawahnya terdapat tulisan Kepolisian Negara Republik Indonesia Provinsi Kalimantan Barat Kabupaten Ketapang disertai dalam bentuk tulisan aksara Cina.

Di bawahnya lagi terdapat tulisan, Biro Keamanan Publik Republik Rakyat Tiongkok Provinsi Jiangsu Resor Suzhou disertai aksara Cina.

Tertulis pula, Ketapang Ecology and Agriculture Forestry Industrial Park disertai aksara Cina.

Pada bagian bawah terdapat tulisan dengan ukuran font lebih besar yakni Kantor Polisi Bersama.

Plakat juga memuat lambang Polri dan kepolisian Tiongkok.

Setelah heboh di dunia maya, Kapolres Ketapang AKBP Sunario pun memberikan klarifikasi terkait hal ini lewat sebuah video.

Terkait hal itu, anggota Ombudsman RI Alvin Lie memberikan tanggapannya melalui akun Twitter, @alvinlie21.

Alvin Lie menegaskan agar tidak boleh ada Kantor Polisi Bersama.

Menurutnya, hal itu akan berimplikasi dalam mengizinkan kepolisian daerah asing yang melakukan tindakan hukum di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Tidak boleh ada “Kantor Polisi Bersama” karena ini berimplikasi mengijinkan Polisi Negara Asing melakukan tindakan hukum di wilayah NKRI,” tulisnya, Jumat (13/7/2018).

Sementara itu, aktivis Ratna Sarumpaet juga memberikan komentarnya.

Ratna mempertanyakan apa yang sebenarnya terjadi kepolisian RI saat ini.

Bahkan, Ratna mengatakan jika dirinya akan memberikan sepeda kepada Kapolri kalau tidak mampu mengatur kepolisian.

Apa sebenarnya y terjadi pada Polisi di Republik ini? Yang satu dengan brutal menganiaya seorang Ibu, yg satu bikin kantor bersama dengan Kepolisian Tiongkok. Mana Kapolri? Saya mau kasih dia sepeda saja kalau tidak mampu atur kepolisian. ⁦@DivHumas_Polri⁩ Ha ha ha ha …” cuit Ratna Sarumpaet melalui akun Twitter, @RatnaSpaet, Jumat (13/7/2018).

Seperti diberitakan Kompas.com, Mabes Polri menyatakan Kapolres Ketapang AKBP Sunario dicopot dari jabatannya.

“Soal viral foto pelat tersebut, Kapolres Ketapang akan dibebastugaskan dari jabatannya yang sekarang,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) M Iqbal, Jumat (13/7/2018).

Iqbal menyatakan, apa yang dilakukan Kapolres Ketapang tersebut tidak sesuai mekanisme yang ada di Polri.

Kerja sama dengan negara lain atau polisi negara lain merupakan kewenangan Mabes Polri.

“Hari ini juga kapolres dipindahkan sebagai pamen (perwira menengah) di Polda Kalbar,” tutur Iqbal.

Simak video selengkapnya dibawah ini.

 

tribunnews

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...