Viral KH Said Aqil terima amplop tebal, begini komentar PA 212

687
Ketua Umum PBNU Kh Said Aqil Siradj

Belakangan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj ramai diperbincangkan khalayak usai videonya menerima amplop tebal tersiar luas di dunia maya. Ihwal kemunculan video itu pertama kali datang usai diunggah akun Twitter @_KingPurwa.

Bisa ditebak, tak butuh waktu lama, video bedurasi tujuh detik itu kemudian langsung menjadi viral. Di mana KH Said Aqil seakan langsung menjadi korban fitnah banyak orang terkait amplop tersebut.

Dalam sebuah keterangan, KH Said Aqil sendiri mengaku sejak awal sudah menolak pemberian amplop coklat tebal itu. Namun si pemberi seolah memaksa, dan bilang untuk keperluan pesantren di bawah naungannya.

“Saya nolak itu, kemudian dia maksa. Akhirnya untuk pesantren. Saya kan punya pesantren Assaqofah kan. Yang pesantrennya, yang sangat murah. Paling murah di Jakarta,” kata dia.

Said Aqil Siradj Ketum PBNU
Ketua Umum Said Aqil Siradj Foto: Antara

Sejauh ini, KH Said Aqil mengaku hidup berkecukupan. Dengan segala yang dimiliki, Said bilang tak bakal menerima amplop untuk keperluan pribadi. Beda hal jika si pemberi menyebutkan amplop itu untuk keperluan pesantren miliknya.

“Kalau saya sudah mapan, sudah cukup alhamdulillah, enggak usah amplop-amplopan.”

PA 212 berkomentar

Sementara itu, ramainya video amplop coklat yang diberikan pada KH Said Aqil turut membuat Persaudaraan Alumni (PA) 212 turut berkomentar.

Seperti halnya yang diutarakan Wasekjen PA 212 Novel Bamukmin. Kata Novel, disitat Tagar, Rabu 26 Agustus 2020, jika benar amplop itu berisi uang yang diperuntukkan untuk bisnis, maka dalam syariat Islam hukumnya tentu tidak dapat dibenarkan alias haram.

“Kalau pemberian amplop tersebut dipergunakan untuk kepentingan bisnis, jelas ini adalah upaya sogok-menyogok, yang mana dalam syariat Islam adalah haram,” ujar Novel.

Mantan Jubir FPI itu juga menilai adanya kejanggalan saat Said Aqil mengaitkan amplop coklat itu dengan Banser. Sebab apabila benar untuk pesantren, Said Aqil dinilai bisa memberikan bukti dengan jujur.

“Kalau memang untuk urusan sumbangan dana ke pondok, seharusnya SAS bisa menjelaskan sendiri secara jujur dan dengan bukti, tanpa harus mengaitkan dengan Banser,” ucapnya.

Tangkapan layar saat KH Said Aqil terima amplop. Foto: Capture Twitter.
Tangkapan layar saat KH Said Aqil terima amplop. Foto: Capture Twitter.

“Bisa menyebabkan adu domba dan lebih membuat gaduh lagi,” kata Novel.

Walau begitu, dirinya tetap menjunjung asas praduga tidak bersalah terhadap Said Aqil. Menurut dia, umat Islam harus senantiasa mengedepankan sikap husnuzhon atau berprasangka baik. “Karena yang tahu segalanya adalah Allah SWT,” tutur dia.

Amplop dari PCNU Medan

Di sisi lain, penjelasan disampaikan Jubir KH Said Aqil Siradj, yakni Muchamad Nabil Haroen alias Gus Nabil. Ketua Umum PP Pagar Nusa NU itu menjekaskan, orang yang memberikan amplop coklat itu adalah Ketua PCNU Kota Medan, bernama Burhan.

“Jadi pada waktu itu, ada Ketua PCNU Kota Medan namanya Pak Burhan,” kata dia, disitat RMOL.

Gus Nabil menjelaskan, saat itu Burhan datang mengunjungi Kiai Said dan membicarakan berbagai hal. Salah satunya membahas soal keumatan.

“Kemudian di situ sebagaimana layaknya santri dan kiai kemudian pengurus NU dan PBNU, tentunya membicarakan soal ke-NU-an, kemudian berbicara hal-hal yang lain.”

Setelah pertemuan tersebut, sebagai rasa takzim Burhan kepada KH Said Aqil Siradj, Burhan lantas memberikan hadiah kepada sang kiai namun ditolak. Belakangan, karena disebutkan untuk Pondok, maka akhirnya diterima KH Said Aqil.

Sumber Berita / Artikel Asli : Hops

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...