Viral Banser Dicap Kafir, MUI Ingatkan Muslim Penuh Persaudaraan

334
Sekretaris Komisi Fatwa MUI, Asrorun Niam Sholeh. (Foto: Matius Alfons/detikcom

Jakarta – Dua orang anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama (NU) dihina dan dicap kafir lantaran tak mau mengucapkan takbir dengan cara dipaksa. Video peristiwa ini viral di media sosial.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyayangkan peristiwa ini. Sekretaris Komisi Fatwa MUI, Asrorun Niam Sholeh, mengatakan semestinya muslim menerapkan nilai-nilai Islam yang penuh persaudaraan.

“Sebagai muslim kita harus mengimplementasikan nilai-nilai Islam, yang penuh persaudaraan,” kata Asrotun lewat pesan singkat, Rabu (11/12/2019).

Asrorun yang juga kader NU–induk organisasi Banser–mengingatkan untuk tidak terprovokasi. Dalam video yang viral, tampak kedua anggota Banser tetap tenang dan tak terprovokasi meski orang yang mempersekusi tersebut memaki dan mengolok-olok mereka.

“Jika ada hasutan jangan terprovokasi,” ujar dia.

Peristiwa ini diharapkan tak memicu terjadinya gesekan horizontal. Asrorun mengatakan perlu sikap saling menghargai untuk mencegah terjadinya gesekan. Sikap menghargai perbedaan juga diajarkan dalam Islam.

“Islam menekankan pentingnya nilai kebersamaan dan menghargai perbedaan. Perbedaan adalah sunnatullah,” ujar dia.

Asrorun mengatakan setiap warga negara bertanggung jawab untuk menjaga harmoni sosial dan ketertiban serta kerukunan. Dia mengingatkan untuk menyikapi perbedaan dengan kedewasaan.

“Setiap warga negara punya tanggung jawab untuk menjaga harmoni sosial dan ketertiban serta kerukunan. Ada koridor hukum dan etika yang harus dipedomani. Jika ada pelanggaran hukum, makan aparat hukum akan bekerja secara profesional. Peristiwa ini menjadi pelajaran, bahwa kita sebagai sesama anak bangsa bertanggung jawab menjaga kerukunan dan kedamaian,” kata Asrorun. detik

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...