Video Santri Tutup Telinga Saat Dengar Musik, Zubairi Djoerban: Berhentilah Bikin Kekacauan pada Isu Agama

262
Ketua Satgas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Zubairi Djoerban. /Jurnal Soreang/Pikiran Rakyat

Media sosial kembali dihebohkan dengan sebuah video terkait sejumlah santri tengah menutup telinga saat ada suara musik barat di lokasi vaksinasi Covid-19.

Viralnya aksi para santri menutup telinga mendapatkan sorotan tajam para tokoh.

Ketua Dewan Pertimbangan PB IDI Profesor Zubairi Djoerban yang turut buka suara melalui akun Twitter pribadinya @ProfesorZubairi pada Selasa, 14 September 2021.

Menurut Zubairi, video yang telah tersebar luas di internet itu hanyalah seperti menyalakan api pada isu agama.

“Menyalakan api pada isu-isu agama, seperti tentang santri penghafal Qur’an,” kata Zubairi, seperti dikutip SeputarTangsel.Com dari cuitannya pada Rabu, 15 September 2021.

Dirinya menyayangkan apabila video tersebut sengaja dilakukan jika hanya ingin mendapatkan dukungan publik, padahal hanya akan mendatangkan malapetaka.

Berharap itu akan menggalang dukungan publik, adalah malapetaka,” kata Zubairi.

Zubairi pun meminta agar sejumlah pihak untuk berhenti menciptakan kekacauan, terutama menyinggung isu agama.

Hal ini dikhawatirkan negara tak bisa fokus dalam mengurusi permasalahan yang tengah dihadapi.

“Berhentilah bikin kacau. Selama kita bertengkar pada soal yang begini terus, bisa-bisa tak ada ruang tersisa untuk masalah nyata,” ujar Zubairi.

Polemik para santri yang menutup telinga karena mendengar musik yang terputar di lokasi vaksinasi itu juga mendapatkan ragam komentar dari Netizen.

Biasanya ada isu besar yang sedang mereka alihkan. Jadi mereka membuat keributan soal agama,” tulis @TaufikWidiarto.

Biasanya sih seperti itu, bakal ada yg mereka inginkan tpi masih sulit dijangkau, dan permasalahan agama itu sangat menarik ketika diangkat jdi sebuah masalah biar pemikiran pada kacau dan disitu lh mereka masuk. Jdi tetap teguh terhadap agama,” tulis @pulungan_robiah.

Betul dok ribut dan meributkan melulu urusan beginian sangat subur banyak peminatnya di RI, hilang dah fokus syiar karya nyata, bangsa lain udah k bulan, kita masih ribut2 maksa2 kenyakinan orang hadeuh,” tulis yayatkusnayat.

Penyebab kita berlarut2 atasi pandemi krn rakyatnya terpecah,” tulis @1abdulhakim.

Sementara, perekam video tersebut diduga dilakukan oleh pengajar santri, namun belum dapat dipastikan di mana peristiwa itu terjadi. ***

Sumber Berita / Artikel Asli : Pikiran Rakyat

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here