Victor Petakan Medan Jelang Laga 2019?

486

Oleh: Muslim Arbi

Victor Laiscodat itu, hebat. Dia menggebrak jagat politik nasional dengan ceramah nya itu. Sungguh sangat luar biasa. Hentakan nya menggebrak batas2 emosi, akal sehat dan nurani. Ya nurani sebagai manusia, sebagai bangsa, sebagai Umat, juga sebagai esensi perpolitikan. Tapi satu hal, dia bicara jujur.

Umum nya kawan2 dari Timur, sebut saja kawasan Timur Indonesia. Sering ber ujar dan berkata apa ada nya. Maka nya banyak kawan2 dari Timur ambil profesi pada jenis pekerjaan yang memerlukan kepercayaan tinggi. Seperti Security di berbagai kantor2, seperti bank dsb nya. Bayangkan saja, jika tidak percaya kepada securiry bank, maka para perampok bisa bekerja sama dgn security untuk rampok bank saat malam tiba.

Mungkin modal kepercayaan itulah Victor Laiscodat bisa melejit sebagai politisi di Nasdem, menghantar kan nya sebagai ketua Fraksi Partai nya di DPR. Bahkan wajah nya sering terlihat kalau ada acara ILC tv One, besutan Presiden Karni Ilyas. Wajah Victor cerminkan kejujuran. Victor jujur dalam orasi nya di NTT itu.

Patut di syukuri, Victor Laiscodat itu membuka sebagian tabir gelap di alam bawah sadar kekuatan2 tertentu hadapi hajatan Pilpres 2019. Kenapa demikian? Meski Rezim dan Gang nya sudah keluarkan 2 jurus ampuh, yaitu dengan Perppu Ormas 2/17 dan Persekutuan Presiden Threshold (PT) 20 %, kelihatan nya belum jitu. Mengapa di katan belum jitu sebagai senjata pamungkas dan penggebuk, juga sebagai alat kontrol atas nama demokrasi pada hitungan PT untuk pilpres, rasa nya kekuatan Istana dengan Koalisi dan pendukung nya masih takut dan kurang percaya diri.

Akan hal nya Perppu dan PT akan di uji dulu di MK. Jika Hakim MK dengan segala perangkat Ilmu, gelar akademik dan pengetahuan dan kesadaran nya dan Pro Demoktrasi, maka bisa saja, Perppu Ormas dan PT itu gugur di MK. Tapi, jika saja hakim2 MK, juga seperti sejumlah Guru Besar yang sering keluar kan suara koor dukung Rezim. Maka bisa saja Hakim2 MK akan menjadi Hakim2 manis di depan Istana. Dan MK bisa saja sangat kecewakan Rakyat dan Rusak Demokrasi yang sedang disemai.

Maka, pernyataan Bang Victor itu, buka peta perseteruan pilpres nanti. Dan terlihat, Istana, Nasdem, Partai2 Koalisi Istana, bahkan Kepolisian Republik Indonesia pun terlihat gagap dalam menangani kasus itu. Meski sikap Istana, dan Nasdem dan partai2 koalisi Istana tidak perlihatkan sikap sebagai negarawan yang mesti harus menjadi balmbir. Biar api Victor Laiscodat itu cepat2 padam. Atau Istana dan perangkat nya sengaja membiar kan?

Reaksi parpol2 yang di tuduhan perlu laporkan ke Polisian. Tapi, satu hal, pernyataan Victor itu perlu di respon dengan cerdas. Toh, Victor perlihatkan karakter rezim dan koalisi nya. Sehingga teman2 di Gerindra, PKS, PAN dan Demokrat yang tertuduh bisa mainkan isu bunuh oleh Laiscodat ini.

Meski, demikian, Victor mesti lebih banyak lagi baca literatur dan mendatangi Ulama, agar tahu bahwa Konsespi Ke Khalifaan, tidak seperti yang di tuduhkan itu. Islam itu Rahmatan Lil ‘alamin. Apalagi, Victor adalah ketua Fraksi Nasdem. Dan Nasdem bukan Partai Preman bukan? Begitu juga Istana, isi dan perangkat nya tidak bersura soal Victor, bukan karena sedang beternak Premanisme kan? Begitu Polri juga kita.

Surabaya, 10 Agustus 2017


*Repelita Online merupakan wadah untuk menyalurkan ide/gagasan/opini/aspirasi warga. Setiap opini/berita yang terbit di Repelita Online yang merupakan kiriman dari penulis merupakan tanggung jawab dari Penulis.
Join @Repelita Channel on Telegram

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here