Usai Temui Susi, Sandiaga Sowan ke Prabowo, Jangan-jangan?

588
Prabowo Subianto, Sandiaga Uno

Pengusaha dan politisi Sandiaga Salahuddin Uno mengadakan pertemuan dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Senin (13/7/2020). Pertemuan itu ibarat ‘reuni’ lantaran Sandi dan Prabowo berpasangan dalam Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI 2019-2024.

Dikutip dari laman Instagram resminya @sandiuno, Sandi mengungkapkan kunjungan itu merupakan bagian dari silaturahim. Dalam silaturahim itu, Sandi dan Prabowo juga bertukar pikiran dan saling update informasi.

“Pak Prabowo berada di dalam pemerintahan, saya berada di luar pemerintahan. Tapi tujuan kita sama yakni ingin mempercepat penghentian Covid-19 sehingga aktivitas ekonomi dapat kembali pulih dan penghasilan masyarakat dapat kembali meningkat di tengah biaya-biaya hidup yang semakin mencekik,” kata Sandi.

Pertemuan kedua tokoh ini berlangsung beberapa hari setelah Sandiaga berjumpa dengan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Tatap mata Sandiaga dan Susi Pudjiastuti diabadikan dalam channel YouTube Sandiuno TV, dalam 2 tayangan sekaligus, masing-masing diunggah pada 8 Juli dan 9 Juli.

Sebelumnya, Prabowo-Sandi berkompetisi melawan Joko Widodo dan KH Ma’ruf Amin dalam Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI 2019-2024 lalu. Namun, menurut penghitungan suara yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU), Prabowo-Sandi kalah.

Setelah itu, Jokowi mengajak Prabowo beserta Partai Gerakan Indonesia Raya masuk ke dalam koalisi pendukung pemerintah. Prabowo menjadi Menhan, sedangkan Wakil Ketua Umum Gerindra Edhy Prabowo menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan, melanjutkan jabatan yang sebelumnya dipegang Susi Pudjiastuti.

Sandiaga kemudian aktif kembali sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra. Adapun Prabowo dalam menjalankan tugasnya didampingi Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Sakti Wahyu Trenggono.

Trenggono sendiri sempat buka-bukaan mengenai dinamika menjalankan tugas bersama Prabowo Subianto.

Meski Prabowo pernah sempat jadi lawan politik, Trenggono memuji sikap Prabowo selama masuk jajaran kabinet di bawah Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dia menegaskan, nasionalisme Prabowo tak perlu diragukan lagi.

“Super nasionalis. Kalau [sikap] ini berkelanjutan saya yakin bisa kuat. Yang penting para pembantu di setiap kementerian bisa berpikir inovasi, keluar dari situasi rutinitas, out of the box mestinya nggak susah, cepat nanti [hasilnya],” ujarnya dalam sebuah wawancara khusus bersama CNBC Indonesia, Jumat (10/7/20).

Di awal-awal menjabat, dia mengaku sempat berterus-terang kepada Prabowo mengenai pandangan politik. Sebagaimana diketahui, sebelumnya Trenggono memang dikenal sebagai pendukung Jokowi.

“Sekarang sih saya lihat begini, beliau kompak. Lalu saya sampaikan secara terus terang, saya dulu membela Pak Jokowi dan saya mengalahkan beliau. Saya punya kontribusi mengalahkan beliau. Beliau respect juga. Saya terus terang.”

“Tapi di satu sisi saya juga respect sama beliau. Saya bilang saya respect sama bapak, karena bapak itu, demokrasi itu adalah kompetisi yang sehat. Siapa yang menang, kemudian beliau masuk di dalam satu kapal dan mendukung nakhoda itu, dan beliau begitu. Dan sifatnya ternyata begitu. Ya kita bela,” tegasnya.

Keterbukaan inilah yang pada akhirnya membuat Trenggono begitu nyaman bekerja bersama Prabowo. Dia bahkan mengaku selalu senada dan seirama dalam satu kebijakan Kementerian Pertahanan (Kemenhan).

Dia mengatakan, tidak ada istilah pembagian tugas antara menteri dan wakil menteri. Sebab, setiap kebijakan selalu dikerjakan bersama-sama mulai dari perencanaan sampai dengan eksekusi.

“Selalu senada. Kita chemistry-nya harus nyambung dong. Wakil itu adalah ketika nakhodanya tidak bisa wakilnya harus bisa. Maka ketika nakhoda itu jalan kemana Kita harus mengikuti. Kita harus bisa begitu. Dan harus memberi masukan. (Misalnya) nakhoda izin di sebelah sana itu ada karang, oh ya, iya saya udah lihat, oke belok. Jadi kita gitu. Mendampingi,” tuturnya.

Sumber Berita / Artikel Asli : CNBC Indonesia

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...