Usai Divaksin Sinovac, Mahasiswa Medan Meninggal dan Omnya Koma, Wakil Ketua DPRD Beber Kronologi: Demam Tinggi

563

Seorang mahasiswa di Medan berinisial EPN (21) meninggal dunia usia divaksin Sinovac. Tak hanya itu, omnya pun disebut koma setelah mendapat vaksinasi Covid-19 tersebut.

Sehari sebelum meninggal dunia, mahasiswa Universitas Medan (Unimed) itu sempat mengalami demam tinggi.

Sebagai informasi, keduanya adalah warga Jalan Karya Setia, Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat.

 

Kabar tersebut diungkapkan oleh Wakil Ketua DPRD Medan, H Rajudin Sagala, yang tak segan-segan membeberkan kronologinya.

Menurut Rajudin, EPN bersama empat orang keluarganya pergi untuk ikut vaksin di daerah Medan Belawan.

 

“Mereka ada lima orang, sekali vaksin serentak sekeluarga, termasuk omnya di Belawan juga,” jelasnya pada Jumat, 23 Juli 2021, dikutip terkini.id dari tribunnews.

Ia lalu menerangkan bahwa paman korban juga sama-sama vaksin di lokasi tersebut dan diinformasikan koma tak sadarkan diri hingga berhari-hari (sampai hari ini).

“Dia sama pamannya juga divaksin. Pamannya tidak sadarkan diri hingga hari ini dan

Rajudin mengatakan bahwa vaksin tersebut berjenis Sinovac, tetapi ia belum mengetahui pasti lokasi tempat vaksinasi yang didatangi keduanya.

“Sama vaksinnya dengan Erwin Perdana Nasution ini, vaksin Sinovac. Itulah tidak dapat info dari puskesmas atau di mana. Mungkin nanti malam saya dapat info.”

Rajudin menjelaskan bahwa ia mendapatkan informasi tersebut dari keluarga di mana awalnya sang anak hendak Praktik Kerja Lapangan (PKL).

Namun, dari pihak Unimed mengharuskan mahasiswa untuk melampirkan surat sertifikat vaksin Covid-19 sebagai persyaratan.

“Ini saya sudah konfirmasi dari keluarganya langsung. Nmanya Erwin Perdana Nasution, umurnya 21 tahun, kuliahnya bagian perhotelan di Unimed. Karena dia PKL, wajib melampirkan sertifikat vaksin,” beber Rajudin.

“Tempat PKL-nya tak boleh diberitahukan karena pihak kampus yang beritahu bahwa anak yang mau PKL wajib vaksin dan melampirkan sertifikat.”

Melihat persyaratan tersebut, selanjutnya EPN pun mencari lokasi yang menyediakan vaksin dan menemukannya di daerah Medan Belawan pada sekitar 12 hari lalu.

“Makanya dia cari daerah mana yang ada vaksin, dapat di Belawan di mana dengan syarat PKL wajib melampirkan sertifikat vaksin. Kira-kira 12 hari yang lalu.”

Namun, sayangnya, setelah divaksin, kondisi EPN justru memburuk hingga mengalami demam tinggi yang membuat pihak keluarga membawanya ke Rumah Sakit Imelda Medan.

“Info dari kakaknya, begitu divaksin di Belawan, Erwin pulang ke rumah. Kemudian begitu divaksin hari ini, besok udah langsung demam tinggi. Kemudian dia tidak keluar selama tiga hari. Kemudian dirawat di RS Imelda.”

Setelah beberapa hari dirawat, pada hari Rabu lalu, 21 Juli 2021, EPN akhirnya mengembuskan nafas terakhir.

“Meninggalnya hari Rabu sore, sempat dirawat di RS Imelda sampai beberapa hari di situ kemudian setelah itu dia meninggal.”

Rajudin lantas menjelaskan bahwa EPN memang memiliki riwayat sakit asma hingga infeksi paru.

“Ada riwayat penyakit asma, ada infeksi paru,” tandasnya.

Sumber Berita / Artikel Asli : Terkini

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here