Usai Dikritik Warganet, Kantor Berita China Konfirmasi Batik Berasal dari Indonesia

175

 Para pengguna Twitter asal Indonesia sempat dibuat heboh dengan status serta video dari kantor berita ternama ChinaXinhua News. Pasalnya, melalui videonya ini, Xinhua mengklaim bahwa Batik adalah kerajinan tradisional dari negeri Tirai Bambu.

Batik adalah kerajinan tradisional yang umum di kalangan kelompok etnis di China. Menggunakan lilin leleh dan alat seperti spatula, pengrajin mewarnai kain lalu memanaskan untuk menghilangkan lilin. Lihatlah bagaimana kerajinan kuno ini berkembang di zaman modern,” tulis Xinhua di Twitter pada Minggu (12/7).

Sementara, dalam video berdurasi 49 detik itu, Xinhua menunjukkan proses bagaimana pengrajin China membuat Batik dengan teknik tulis. Di video, sang pengrajin pun tampak mengukir kain dengan motif burung hingga bunga.

Saat menggambar berbagai motif Batik, pengrajin juga terlihat memakai alat canting. Meski begitu, jika diamati, bentuknya memang sedikit berbeda dari canting asal Indonesia.

Selain itu, di akhir video, sang pengrajin juga terlihat melakukan proses pembuatan Batik celup dengan hasil motif berbentuk burung. Sementara dalam teks video, Xinhua terlihat kembali menegaskan bahwa Batik adalah karya seni tradisional China.

Batik adalah kerajinan tradisional China. Biasanya digunakan oleh kelompok etnis minoritas di (Provinsi) Guizhou dan Yunan,” tulis Xinhua dalam videonya.

Tidak lama setelah mengunggah video ini, laman Twitter Xinhua pun langsung diserbu warganet asal Indonesia. Di kolom komentar, tidak jarang warganet Indonesia yang terlihat mengkritisi Xinhua karena mengklaim Batik dari China.

Tidak hanya itu, beberapa pengguna Twitter bahkan terlihat memberikan sarkasme dengan menyebut bahwa hanya virus corona-lah yang asli dari China.

Batik berasal dari Jawa, Indonesia dan tersebar di seluruh Asia termasuk India dan China, jangan memelintir seni ini seolah-olah berasal dari China. Itu dari zaman kuno (yang) DITIRU oleh China…,” tulis akun @srinidhi24.

“Ini benar-benar Batik tiruan (palsu). Desainnya sangat mendasar dan sederhana. Satu-satunya hal asli yang keluar dari China adalah: #COVID19,” tambah akun @mpuanon.

Batik diambil dari bahasa Jawa ‘ambatik’ yang artinya ditandai dengan bintik-bintik atau titik-titik. Jadilah negara dengan kebanggaan, jangan hanya menyalin dan mengklaim properti bangsa lain,” timpal akun @KikiNmaKecilku.

Meski begitu, ada pula pengguna Twitter yang terlihat ingin meluruskan bahwa teknik mewarnai kain dengan lilin sebenarnya sudah ada jauh sebelum Jawa menemukan Batik.

“Kepada warga Indonesia, sebelum ngamuk-ngamuk tolong edukasi diri Anda: Kain pewarna yang tahan lilin adalah bentuk seni kuno. Itu sudah ada di Mesir pada abad ke-4 SM dan dipraktikkan selama Dinasti Tang dan Jepang selama Periode Nara (600 AD) jauh sebelum diadaptasi di Jawa,” balas akun @YuniAriane.

“(Batik) Berasal dari Proto-Austronesia, ‘bacik’ berarti tato, jadi itu bukan berasal dari Jawa juga. Juga pewarnaan tahan lilin dari kain adalah bentuk seni kuno. Ini sudah ada di Mesir pada abad ke-4 SM dan sekali lagi itu bukan berasal dari budaya Jawa,” tambahnya.

Sementara itu, pada hari yang sama, Kementerian Luar Negeri Indonesia (Kemenlu) juga menyampaikan bahwa Batik adalah warisan leluhur dan sudah diakui oleh UNESCO.

“1. Batik adalah warisan leluhur yang erat dengan kehidupan kita sehari-hari. Sejak 2/10/2009, @UNESCO telah tetapkan Batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi. Oleh sebab itu, kita rayakan 2 Oktober sebagai #HariBatikNasional.

2. Foto berikut adalah momen tidak terlupakan saat Indonesia membatikkan ruang sidang Dewan Keamanan PBB ketika Indonesia menjadi Presiden DK PBB (07/05/2019).

Nah, #SahabatKemlu, post di sini dong Batik kebanggaanmu!”, tulis Kemenlu di Twitter.[]

Sumber Berita / Artikel Asli : Akurat

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...