Usai dikerjain Puan, Irwan cueki tekanan tajam malah rindu kuburan

410
Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Irwan

Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Irwan mengaku kecewa dengan insiden matinya mikrofon saat dia menyampaikan interupsinya dalam sidang paripurna pengesahan UU Cipta Kerja atau Omnibus Law, Senin petang 5 Oktober 2020. Usai insiden mikrofon itu, Irwan cueki tekanan tajam, dia tak peduli dengan tekanan itu.

Menurut dia, sebagai anggota DPR RI yang hak konstitusinya dijamin oleh UU. Lantaran itu, dia menegaskan memiliki hak yang sama dengan hak pimpinan dalam menyampaikan pendapat di sidang paripurna

“Tentu saya sangat kecewa dan sedih, karena apa aspirasi rakyat di luar yang saya ingin sampaikan secara jernih dan tuntas tidak bisa tersampaikan jelas dan tegas karena di samping sering dipotong oleh pimpinan sidang juga mikropon saya dimatikan,” kata Irwan Selasa 6 Oktober 2020 dikutip dari Suara.

Sebagai wakil rakyat, Irwan tengah memerjuangkan para buruh dan serikat pekerja. Dia menganggap Omnibus Law UU Cipta Kerja masih tidak sesuai dengan kesejahteraan rakyat.

“Entah apa alasan pimpinan sidang tetapi saya merasa ini upaya menghalangi tugas saya dalam menjalankan fungsi legislatif. Tentu ini ancaman buruk bagi demokrasi ke depan, apalagi hak berpendapat di parlemen dijamin oleh UU,” kata anggota DPR RI pilihan rakyat dari Kalimantan Timur (Kaltim).

Irwan cueki tekanan tajam

Anggota Fraksi Demokrat, Irwan
Anggota Fraksi Demokrat, Irwan. Foto Suarairwan.com

Drama mikrofon mati, membuat masyarakat Kaltim keberatan dengan sikap Ketua DPR RI Puan Maharani. Sejak semalam, Irwan diteror beragam pertanyaan oleh masyarakat Kaltim.

“Sejak kemarin, telepon dan WhatsApp tidak berhenti. Saya paham kenapa rakyat Kaltim juga akhirnya kecewa. Saya tidak tahu apakah ini masuk dalam kategori contempt of parliament,” ujarnya.

Irwan memosting di akun Facebooknya, dia mengaku tak peduli dengan tekanan yang datang kepadanya seusai anggota fraksi walk out dan dikerjai Puan Maharani.

“Di tengah tekanan situasi pasca Walk Out UU Cipta Kerja dan Kasus Micropon dimatikan, intensitas telpon dan WA meningkat sangat tajam. Tapi saya tidak peduli dengan semua itu. Yang ada tiba-tiba kerinduan kepada ayahku yang terbaring abadi di sebuah kuburan sederhana di Sangkulirang. Aku rindu bapak,” tulis Irwan di akun Facebooknya.

Marwah demokrasi

Anggota Fraksi Demokrat, Irwan.
Anggota Fraksi Demokrat, Irwan. Foto Suarairwan.com

Dia berharap, demokrasi di Indonesia dijalankan sesuai marwahnya.

“Saya berharap kualitas demokrasi kita terus membaik ke depan dan tidak ada lagi insiden seperti sidang paripurna saat pembahasan pengambilan keputusan RUU Cipta Kerja menjadi UU,” pungkasnya.

Diketahui, nama Ketua DPR RI Puan Maharani menjadi sorotan. Hal ini terjadi ketika sidang paripurna pengesahan Omnibus Law Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang.

Saat itu, Ketua DPR RI Puan Maharani diduga mematikan mikrofon ketika anggota DPR RI Irwan Fecho dari Fraksi Partai Demokrat berbicara. Video itu jadi perbincangan dan viral media sosial.

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...