Untung Ada Laiskodat, Semuanya Menjadi Terang

2629

Oleh : Asyari Usman

Isi pidato politisi Partai Nasdem, Victor Laiskodat, di Kupang, NTT, yang dirasakan sangat divisif (memecah belah), tidak seluruhnya sia-sia. Dan juga tidak perlu dinilai negatif ketika pimpinan Nasdem menyatakan dengan tegas bahwa mereka mendukung sepenuhnya arogansi Laiskodat untuk tidak mau mememinta maaf.

Mari kita lihat dari sisi lain. Bagi saya, alhamdulillah ada Lasikodat yang berbuat blunder dan provokatif. Politisi yang penuh kontroversi ini mengatakan bahwa kalau khilafah berdiri di Indonesia, maka semua orang harus sholat, tidak boleh ada gereja, dsb. Kemudian, Laiskodat mengatakan pula bahwa Gerindra, Patai Demokrat, PKS dan PAN adalah pendukung khilafah. Pendukung gerakan ekstrem.

Bagi saya, untunglah ada Laiskodat.

Bagi banyak orang, dia boleh-boleh saja dianggap sebagai representasi premanisme. Tetapi, bisa jadi pimpinan dan segenap jajaran Nasdem melihat dia sebagai “aset penting” yang sangat cerdas.

Orang Nasdem, khususnya Johnny Plate, menganggap Laiskodat sudah benar. Menurut Plate, Laiskodat mengatakan apa adanya, realitas. Lebih kurang, politisi yang “otot-ototan” itu hanya mengatakan fakta yang terjadi di lapangan.

Jadi, begitulah Laiskodat dan Plate!

Tetapi, sekali lagi, untunglah ada Laiskodat.

Mengapa saya katakan begitu? Sebab, semuanya sekarang menjadi terang. Kalau tidak ada ceramah Laiskodat yang provokatif itu, rakyat tidak tahu siapa sesungguhnya politisi ini, dan siapa-siapa saja penghuni Nasdem. Kalau tak ada Laiskodat dan Plate, kita menjadi tidak tahu bahwa partai Pak Surya Paloh itu memang eksentrik. Kalau tidak ada mereka ini, kita tidak tahu kualitas rata-rata para politisi Nasdem.

Laiskodat menduduki jabatan ketua fraksi Nasdem di DPR. Tentu posisi ini menunjukkan bahwa dia adalah orang yang “terbaik” di partai itu. Posisi ketua fraksi sangat kuat dan terhormat. Sekarag, kita menjadi tahu bagaimana Nasdem mengukur kader terbaiknya.

Ungtunglah ada Lasidkodat!

Sekarag rakyat menjadi tahu bahwa slogan “Restorasi Indonesia” yang dibangga-banggakan oleh Surya Paloh selama ini, tidak sinkron dengan apa yang dilakukan oleh kader-kader seniornya. Kita menjadi paham juga bahwa orang-orang seperti inilah yang diback-up penuh oleh pimpinan Nasdem. Oleh Pak Surya.

Dengan begitu, rakyat pemilih, terutama saudara-saudara sebangsa yang dulu mendukung Nasdem di pemilihan umum, sekarang memiliki bahan pertimbangan tentang layak-tidaknya orang seperti Laiskodat, Plate, dan mungkin juga yang lain-lainnya, duduk mewakili mereka di parlemen.

Sungguh, ungtunglah ada Laiskodat!

(Panulis adalah wartawan senior)


*Repelita Online merupakan wadah untuk menyalurkan ide/gagasan/opini/aspirasi warga. Setiap opini/berita yang terbit di Repelita Online yang merupakan kiriman dari penulis merupakan tanggung jawab dari Penulis.
Join @Repelita Channel on Telegram

comments

Loading...
SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here