Unggahan Sri Mulyani Usai Indonesia Membeli 51 Persen Saham Freeport

289
Sri Mulyani

Menteri Keuangan Sri Mulyani menuliskan beberapa rincian perjanjian usai Indonesia membeli saham Freeport.

Dilansir TribunWow.com, melalui akun Instagram @smindrawati yang diunggah pada Kamis (12/7/2018), Sri Mulyani mengaku bersyukur dengan pencapaian Indonesia saat ini.

Seperti ini ungkapan kebahagiaan Sri Mulyani:

“Alhamdulillah, hari ini Holding Industri Pertambangan PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero), atau INALUM, Freeport McMoRan Inc. (FCX) dan Rio Tinto, telah melakukan penandatangan Pokok-Pokok Perjanjian (Head of Agreement) terkait penjualan saham FCX dan hak partisipasi Rio Tinto di PT Freeport Indonesia (PTFI) ke INALUM.

Kepemilikan INALUM di PTFI setelah penjualan saham dan hak tersebut menjadi sebesar 51% dari semula 9,36%.

Pokok-pokok perjanjian ini selaras dengan kesepakatan pada tanggal 12 Januari 2018 antara Pemerintah Indonesia, Pemerintah Provinsi Papua, dan Pemerintah Kabupaten Mimika, dimana pemerintah daerah akan mendapatkan saham sebesar 10% dari kepemilikan saham PTFI.

Dalam perjanjian tersebut, INALUM akan mengeluarkan dana sebesar US$3,85 miliar untuk membeli hak partisipasi Rio Tinto di PTFI dan 100% saham FCX di PT Indocopper Investama, yang memiliki 9,36% saham di PTFI. Para pihak akan menyelesaikan perjanjian jual beli ini sebelum akhir tahun 2018.

Pemerintah berkomitmen untuk menjaga iklim investasi yang kondusif untuk memberikan kepastian kepada investor yang berinvestasi di Indonesia.

Dengan ditandatanganinya Pokok-Pokok Perjanjian ini, kerjasama FCX dan INALUM diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan nilai tambah industri ekstraktif ke depan serta memberi nilai kemakmuran bagi masyarakat Indonesia.

Jakarta, 12 Juli 2018.”

Diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah menerima laporan bahwa PT Inalum (Persero) sepakat dengan PT Freeport Indonesia untuk meningkatkan kepemilikan saham.

Semula, kepemilikan saham pemerintah di Freeport Indonesia sebesar 9,36 persen.

Namun setelah kesepakatan ini dieksekusi, kepemilikan saham pemerintah di Freeport akan ditingkatkan menjadi 51 persen.

“Saya telah mendapatkan laporan bahwa holding industri pertambangan kita, PT Inalum, telah mencapai kesepakatan awal dengan Freeport pengolahan untuk meningkatkan kepemilikan kita menjadi 51 persen dari yang sebelumnya 9,36 persen. Alhamdulillah,” kata Jokowi di ICE BSD City, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (12/7/2018) yang dilansir dari Kompas.com.

Jokowi menjelaskan, negosiasi pencaplokan saham Freeport menjadi 51 persen dilakukan dengan cara yang tidak mudah.

Sebab, sudah 50 tahun Freeport mengelola tambang di Indonesia dan menguasai kepemilikan sahamnya.

“Tiga setengah tahun yang kita usahakan sangat alot, jangan dipikir mudah, dan begitu sangat intens sekali dalam satu setengah tahun ini. Tapi memang kita kerjain ini diem, karena ini menyangkut negosiasi yang tidak mudah,” ujar Jokowi.

Dana melalui pinjaman 11 bank

Dilansir dari Kontan.co.id, pemerintah diwakili oleh Holding Industri Pertambangan yakni PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) membeli divestasi 51% saham PT Freeport Indonesia (PTFI) seharga US$ 3,85 miliar dengan dana pinjaman dari 11 bank.

Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin mengatakan, dana untuk pengambilan divestasi saham 51% merupakan pinjaman sindikasi 11 bank baik nasional maupun asing.

Dari dana 3,8 miliar dolar AS itu sebanyak 3,5 miliar dolar AS akan digunakan untuk membeli saham Rio Tinto di PTFI. Sisanya sebanyak 350 juta dolar AS untuk membeli saham Indocopper di PTFI.(TribunWow.com/Woro Seto)

tribunnews

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.