UAS Menolak: Mungkin Ada Sesuatu yang Tak Kita Pahami

662

Oleh : Asyari Usman

Sangat mengherankan, kenapa Ustad Abdul Somad (UAS) menolak menjadi cawapres. Padahal, bukan beliau yang meminta. Para ulama yang merekomendasikannya. Tidak hanya ratusan ulama, jutaan rakyat meminta. Meminta kepada UAS dan meminta kepada Allah SWT (agar “tolak” menjadi “terima”).

Ustad tak beranjak. Tetap menolak. Boleh dikatakan semua orang turun gunung untuk membujuk. Para ustad membujuk. Para ulama membujuk. Alumni al-Azhar Kairo juga datang meminta agar UAS maju menjadi cawapres.

Apalagi yang bisa dikatakan. Sangat membingungkan kenapa UAS serius menolak. Bukan basa-basi. Semua orang bingung.

“Kami siap lakukan apa saja asalkan Ustad Somad mau menjadi cawapres,” kata rakyat. Di mana-mana!

Medsos banjir dukungan. Di mana-mana orang siap berinfaq ratusan ribu sampai ratusan juta. Bahkan ada yang siap menjual aset untuk membantu pendanaan. Ada yang akan membatalkan niat untuk membeli mobil supaya uangnya bisa disumbangkan untuk Ustad yang mereka cintai dan mereka muliakan itu.

Ada apa? Kenapa UAS tetap tak berkenan?
Padahal, kursi wapres sudah di tangan, insyaAllah. Banyak yang memperkirakan pasangan PUAS (Prabowo-UAS) akan merebut 80 persen suara di pilpres 2019.

Ada yang mengatakan penolakan UAS tak masuk akal. Sebagian menduga beliau ditekan dan diancam. Yang lain berpendapat UAS masih menolak karena tidak dikontak oleh Habib Rizziq Syihab (HRS). Ada pula yang menyangka UAS tak mau karena Ustad Salim Segaf (USS), sesama calon rekomendasi ijtima’ ulama, berkeras ingin menjadi cawapres.

Macam-macam dugaan. Beragam pikiran tentang penolakan UAS. Kenapa?

Barangkali ada sesuatu yang tidak kita pahami. Sesuatu yang selalu kita abaikan karena kita hanya menggunakan kalkulasi elektabilitas. Bahwa kalau yang ini dipasangkan dengan yang itu, pasti menang telak.

Kita yakin, inilah saatnya menghentikan kezoliman melalui tokoh yang bisa dengan mudah menghimpun suara rakyat. Kita percaya UAS cawapres akan menghasilkan “landslide victory” (kemenangan sapu bersih).

Dengan kalkulasi ini, kita geleng-geleng kepala kenapa UAS tak beminat. Itulah pikiran linier kita.

Kita tak ingat kemungkinan adanya faktor lain yang membuat UAS keras hati. Bukan ancaman, bukan tekanan, apalagi diktean.

Kita mengabaikan kemungkinan adanya “pesan dari langit” yang menganjurkan agar UAS konsisten menolak. Sesuatu yang tidak kita pahami.

Sebagai contoh, boleh jadi UAS kasihan melihat kita semua yang kasak-kusuk untuk merebut sesuatu yang tidak ada nilainya di mata Allah SWT. Karena itu, sesuatu yang tak ada nilainya pula di mata beliau.

Wallahu a’lam. Semoga bukan itu. Mudah-mudahan saja UAS menolak karena “pesan dari bumi”. Yaitu, pesan yang masih bisa kita utak-atik dengan “bahasa bumi” pula.

(Penulis adalah wartawan senior)

UAS Menolak: Mungkin Ada Sesuatu yang Tak Kita PahamiBy Asyari UsmanSangat mengherankan, kenapa Ustad Abdul Somad…

Posted by Asyari on Saturday, August 4, 2018

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...