Tuntut Anies Baswedan Mundur, Rektor UIC Bandingkan dengan Risma: Memalukan, Surabaya Juga Banjir

1011
Anies Baswedan-Tri Rismaharin

 JAKARTA – Aksi demo di Balai Kota kemarin Rabu (15/1), menuntut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mundur lantaran dinilai gagal menangani banjir Jakarta.

Aksi demo itu sendiri digawangi politisi PDIP Dewi Tanjung dan pegiat media sosial Abu Janda.

Menanggapi hal itu, Rektor Universitas Ibnu Chaldun, Musni Umar menganggap apa yang dilakukan keduanya adalah memalukan.

Demikian disampaikan Musni Umar melalui akun Twitter pribadinya, Kamis (16/1/2020).

Musni Umar menyebut, banjir Jakarta sama sekali tidak bisa dijadikan alasan.

Pasalnya, banjir sejatinya bukan hanya terjadi di Jakarta saja. Bahkan Surabaya juga banjir.

“Banjir terjadi di mana-mana, termasuk Surabaya,” cuitnya.

Demo kemarin, sejatinya hanya diikuti segelintir orang saja.

“Demo diikuti segelintir orang tapi ramai karena Anies dikawal Bang Japar, Forkabi, dan berbagai elemen warga DKI,” katanya.

Sosiolog itu juga menyatakan bahwa sejatinya Anies dalam memimpin DKI juga telah meraih penghargaan.

Bahkan, Menteri PPPA dan berbagai lembaga memuji kinerja Anies dalam mencegah dan mengatasi banjir Jakarta.

Karena itu, ia menuding bahwa demo yang dilakukan kemarin adalah demo bayaran.

“Tapi kelompok kecil atas nama warga DKI nilai Anies gagal, lalu unjuk rasa. Diduga demo bayaran,” katanya.

Musni lantas membandingkan Anies dengan Risma yang sama-sama menghadapi masalah banjr.

“Banjir di Surabaya apa ada yang demo tuntut Ibu Risma, Walikota Surabaya mundur seperti demo Anies kemarin?” lanjutnya.

“Semoga mereka eling dan sadar,” pungkas dia.

(ruh/pojoksatu)

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...