Tuding FPI Pemicu Kemarahan Warga Papua, Warganet Ramaikan Tagar Tangkap Abu Janda

695

Pegiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda menuding Ormas Front Pembela Islam (FPI) sebagai pemicu kemarahan warga Papua pada hari ini, Senin (18/8/2019). Ia juga mempertanyakan manfaat keberadaan FPI.

“Gara-gara FPI geruduk asrama Papua di Surabaya, sekarang warga Papua marah tidak terima sampai rusuh bakar-bakaran. Jadi pertanyaannya: APA manfaat ormas FPI sebenarnya? selain geradak geruduk warung, rumah ibadah, agama & etnis minoritas picu konflik horisontal,” ” tulis Permadi di akun twitter @permadiaktivis, Senin (19/8/2019).

Akibat cuitannya tersebut, sejumlah netizen menyerukan agar Permadi ditangkap. Bahkan, kata kunci atau tagar #TangkapAbuJanda menduduki peringkat terpopuler pertama di twitter. Tak sedikit warganet yang menilai kalimat yang dilontarkan Permadi bersifat provokatif.

“Kebencianmu yang bisa sebabkan perpecahan… Fitnahmu begitu berbahaya.. Buktikan dulu bung..jgn asal buat statemn yang gk jelas.. Yen ngaji ojo kambi turu makane… #TangkapAbuJanda #TangkapPermadiArya,” kata akun @gusdimarlly.

Selain itu, ada juga menilai tuduhan terhadap FPI berawal dari sebuah pemberitaan wartawan yang telat datang ke lokasi penyergapan.

“Mhsw Papua tak sebut FPI Tokoh Papua tak sebut FPI Gub Papua tak sebut FPI Gub Jatim tak sebut FPI Kapolri tak sebut FPI Dari mana asal tuduhan FPI? Dari wartawan yg telat ke TKP lihat laskar nimbrung dibuat berita & digoreng buzer. Inilah bahaya media partisan! #TangkapAbuJanda,” ujar akun @ekowboy2.

“Siapa yg memviralkan video salib UAS yg sudah 3 tahun lalu itu? Siapa yg memprovokasi masyarakat satu org berbuat rasis digiring seolah2 segolongan ormas berbuat rasis pada saudara Papua? Gerombolan ini pak polisi! angkap! Indonesia akan tentram kembali! #TangkapAbuJanda,” tutur akun @bang_baret.

Seperti diketahui, Sabtu (17/8/2019), asrama mahasiswa Papua di Surabaya digeruduk massa. Beberapa di antara mereka terlihat membawa atribut FPI. Penggerudukan itu didasarkan pada sebuah informasi yang belum jelas kebenarannya, yang mengatakan telah terjadi pembuangan bendera Merah Putih di asrama Papua tersebut. Sejumlah anggota Polisi turun ke TKP dan menyergap para penghuni asrama. Puluhan mahasiswa Papua diamankan dan diintrogasi ber jam-jam. Setelah itu, mereka dibebaskan tanpa satupun dari mereka yang ditetapkan sebagai tersangka.

Warga Papua di Manokwari geram mendengar informasi tersebut. Mereka turun ke jalan hingga merusak sejumlah fasilitas umum. Bahkan, gedung DPRD setempat dibakar oleh warga.

#TangkapAbuJanda. Twitter
akurat

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here