Tsamara: Tak Ada Korelasi Penurunan Elektabilitas Jokowi dengan PSI

452

Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tsamara Amany menanggapi tudingan petinggi Partai Golkaryang menyebut partainya sebagai penyebab tergerusnya elektabiltas capres petahana Joko Widodo.

Elektabilitas Jokowi memang menurun berdasarkan temuan survei terbaru dari Litbang Kompas. Menurut Tsamara dalam survei tersebut tidak ada korelasi antara penurunan elektabilitas dengan PSI.

“Hasil survei Kompas tidak menyatakan adanya korelasi demikian,” kata Ketua DPP PSI, Tsamara Amany kepada wartawan, Jumat (22/3/2019).

“Jadi alasan ini kurang ilmiah dan basisnya asumsi. Elite parpol seharusnya berbasis data jangan asumsi, itu bahaya,” sambungnya.

Menurut Tsamara, masing-masing parpol punya hak untuk menjelaskan platform partainya termasuk program partai politik. Selama Pileg 2019, parpol-parpol juga bebas diskusi soal program.

“Ini juga Pileg, di mana kita boleh saja mengajak diskusi terbuka tentang program partai kepada seluruh parpol yg ikut kontestasi Pileg,” ujar Tsamara.

Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPP Partai Golkar, Andi Sinulingga sebelumnya menyalahkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dibalik tergerusnya elektabilitas capres petahana Joko Widodo.

“Blunder PSI memberikan sumbangan pada turunnya elektabilitas Jokowi. Resistensi rakyat terhadap PSI tinggi sekali dan itu berpengaruh negarif pada Jokowi,” kata Andi Sinulingga.

Menurut Arya beberapa sikap PSI yang dinilai bertentangan dengan sikap Jokowi dan partai koalisi lainnya antara lain penolakan PSI terhadap Perda Syariah dan larangan berpoligami bagi PNS.

“Narasi PSI atas Perda Syariah berkonotasi negatif atas apa yang dinamakan syariah Islam, seolah-olah syariah Islam itu tidak baik. Hal-hal seperti itu menyakitkan bagi sebagian besar pemeluk agama Islam,” ujar Andi.

Dalam survei Litbang Kompas pada Maret 2019, elektabilitas Jokowi-Ma’ruf Amin sebesar 49,2% sementara elektabilitas Prabowo-Sandiaga yaitu 37,4%. Elektabilitas Jokowi turun dari 52,6% di Oktober 2018.[] akurat

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...