Tolak Ajakan Fahri Hamzah untuk Bertemu, Penyidik KPK: Maaf Bang, Salam

429
Fahri Hamzah

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Yudi Purnomo Harahap, tiba-tiba sentil nama politikus Fahri Hamzah di Twitter.

Baru-baru ini Yudi Purnomo Harahap mengungkapkan jika Fahri Hamzah mengikutinya di Twitter.

Melalui unggahan itu, Yud Purnomo Harahap mengaku balas mengikuti akun Twitter milik Fahri Hamzah.

Tak sangka unggahannya dikomentari oleh Fahri Hamzah, dalam cuitannya itu sang politikus mengaku sebagai simpatisan manusia.

Bahkan secara terang-terangan mengaku curiga pada negara, sebab seperti yang telah diketahui polemik di tubuh KPK kembali terjadi.

57 pegawai KPK tak lulus tes wawasan kebangsaan (TWK) akhirnya gugur, dikeluarkan dari lembaga antirasuah itu.

Saya simpatisan manusia, saya curiga pada negara.. saya tidak bisa mencinatai negara melebihi cinta saya pada manusia dan penciptaNya,” ujarnya, dikutip dari akun Twitter @Fahrihamzah, yang diunggah 20 September 2021.

Dalam cuitan yang sama, Fahri Hamzah juga mengajak Yudi Purnomo Harahap untuk bertemu, bahkan ia menambahkan emoticon tertawa.

Seakan Fahri Hamzah mengetahui sesuatu yang tidak diketahui oleh banyak orang.

“Segitu aja dulu, Nanti kita bertemu,” tutur Fahri Hamzah.

Selang beberapa jam kemudian, Yudi Purnomo Harahap membalas cuitan milik Fahri Hamzah.

Ia mengungkapkan tindakan Fahri Hamzah saat masih duduk di kursi legislatif.

Yudi Purnomo Harahap menjelaskan jika Fahri Hamzah juga terlibat dalam merevisi UU KPK.

Padahal waktu bagian dari legislatif merevisi UU KPK dan hasilnya netizen sudah lihat dengan jelas,” tuturnya, dikutip dari akun Twitter @yudiharahap46 yang diunggah 21 September 2021.

Lebih lanjut, Yudi Purnomo Harahap dengan tegas menolak ajakan Fahru Hamzah untuk bertemu.

Ia yang masih berstatus penyidik KPK, rasanya tak elok bertemu dengan politikus.

“Untuk bertemu maaf bang tidak bisa karena saya penyidik nanti conflict of interest, salam,” ucapnya menutup unggahan miliknya tersebut.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Pikiran Rakyat

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here